Dan kekhawatiran itu ternyata punya dasar. Beberapa kejadian kriminal seperti begal dan perampokan disebut-sebut pernah terjadi di area yang sama. "Kalau ada penerangan, itu secara tidak langsung bisa mencegah kejahatan," kata Aam lagi. "Karena di area sana beberapa kali sering terjadi begal atau perampokan. Mungkin karena jalannya gelap, tapi tidak di dua sisi, hanya sebelah saja."
Persoalannya memang tidak merata. Dari seluruh ruas jalan yang ada, Aam memperkirakan baru sekitar 30 persen yang benar-benar terang. Selebihnya? Gelap gulita.
"Masih ada sebagian yang gelap, belum sepenuhnya terang. Kira-kira baru 30 persen," jelasnya. "Padahal kalau terang itu enak, kita bisa melihat orang yang lewat, itu warga atau orang lain. Jadi tidak curigaan."
Harapan warga sebenarnya sederhana. Setelah aspirasi ini disampaikan, mereka berharap ada tindak lanjut konkret dari pemerintah setempat. Perbaikan dan penambahan lampu jalan bukan cuma soal infrastruktur, tapi langkah nyata untuk mengembalikan rasa aman dan nyaman, terutama bagi mereka yang harus beraktivitas setiap hari di tengah kegelapan.
Artikel Terkait
KPK Periksa 10 Saksi Kasus Suap Bupati Rejang Lebong di Kantor BPKP Bengkulu
Prabowo Canangkan Pengembangan Avtur dari Sawit dan Jelantah
Dominasi 61 Tahun Golkar di Sulsel Terpatahkan, Nasdem Jadi Pemenang Pemilu 2024
Gencatan Senjata AS-Iran Goyah, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz