"Kursi ini diduga digunakan korban untuk memanjat, sebelum akhirnya tercebur," kata Sri.
Ia menambahkan, "Langkah ini kami lakukan untuk memastikan kronologi kejadian serta faktor-faktor yang menyebabkan peristiwa tersebut terjadi."
Namun begitu, ada cerita lain yang mengemuka dari para tetangga. Menurut sejumlah saksi, sebelum AC jatuh, sempat terdengar suara cekcok antara orang tuanya. Suara yang cukup keras hingga menarik perhatian.
Proses pengamanan anak-anak pun tak mulus. Saat akan dibawa ke rumah aman, sang ibu muncul dan menyatakan keberatan keras. Keberatan itu bahkan dituangkan dalam surat tertulis bermeterai, disaksikan Ketua RT dan beberapa warga.
Melihat kondisi itu, polisi akhirnya hanya bisa memberikan imbauan. Mereka meminta orang tua, terutama sang ibu, untuk jauh lebih memperhatikan pengasuhan. Jangan sampai anak-anak ditinggal tanpa pengawasan dewasa. Harapannya, kejadian seperti ini tidak terulang lagi di kemudian hari.
Artikel Terkait
Dapur, Masakan, dan Kenangan Ibu: Dua Cerpen yang Menyimpan Memori Kolektif
Relawan Bogor Bangun Hunian Darurat dan Bawa Harapan ke Aceh Tamiang
Longsor di Kudus Seret Dua Kendaraan ke Jurang
Istri di Balik Badai Haji: Eny Retno, Perempuan yang 21 Tahun Hidup dalam Sunyi