Suasana di depan Kedubes AS di Jakarta pada Selasa (6/1) pagi itu ramai oleh suara teriakan dan spanduk-spanduk berwarna. Ratusan massa dari berbagai kelompok pro-demokrasi berkumpul, menyuarakan kemarahan mereka. Aksi ini digelar sebagai bentuk solidaritas untuk Venezuela, menyusul kabar penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh pemerintah Amerika.
Spanduk-spanduk yang mereka bawa cukup provokatif. Salah satunya bertuliskan, "Solidaritas untuk Venezuela Dunia Harus Hentikan Agresi Amerika Serikat". Yang lain bahkan lebih keras, menyebut AS sebagai "Induk Terorisme" atas agresi militernya.
Inti kemarahan mereka jelas: mengecam keras tindakan AS di bawah Donald Trump. Menurut para pengunjuk rasa, AS tak hanya melancarkan serangan militer, tapi juga menculik Maduro beserta istrinya, Cilia Flores. Mereka menuntut Indonesia tidak tinggal diam.
Seorang perwakilan massa kemudian maju, membacakan pernyataan sikap dengan lantang.
"Kami menuntut pemerintah Indonesia untuk bersikap tegas mengecam agresi militer Amerika Serikat dan menuntut pembebasan presiden nicolas maduro beserta istrinya Cilia Flores,"
Artikel Terkait
Bank Dunia: Ekspor Komoditas dan Subsidi BBM Jadi Bantalan Ekonomi Indonesia
Anggota DPR Desak Polri Tindak Tegas Premanisme Usai Kasus Pengeroyokan di Purwakarta
Tabrakan Beruntun di Jalur Purworejo-Magelang Tewaskan Satu Orang
Presiden Prabowo Buka Munas IPSI, Dukung Pencak Silat Menuju Olimpiade