Prabowo Percepat Jembatan Gantung dan Dapur Gizi, Target 2026 Jadi Penanda Kerja

- Selasa, 06 Januari 2026 | 19:24 WIB
Prabowo Percepat Jembatan Gantung dan Dapur Gizi, Target 2026 Jadi Penanda Kerja

Retreat kabinet di Hambalang, Bogor, Selasa kemarin, dibuka dengan pemutaran beberapa video. Salah satunya cukup menyentuh, menampilkan pembangunan jembatan gantung yang jadi perintah langsung Presiden Prabowo Subianto. Jembatan-jembatan itu, kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, khususnya untuk memudahkan akses anak-anak berangkat sekolah.

"Yang pertama adalah video mengenai pembangunan jembatan-jembatan gantung yang satu bulan yang lalu diperintahkan oleh Bapak Presiden untuk segera dibangun, terutama jembatan-jembatan yang menjadi akses adik-adik kita menuju ke sekolah," ujar Prasetyo.

Dan progressnya ternyata cukup cepat. Dalam kurun sebulan saja, sudah ada hasil yang nyata.

"Dan alhamdulillah dalam satu bulan sudah ada perkembangan; 11 jembatan gantung sudah selesai, sedang dalam proses 50, dan terus akan kita kejar di tahun 2026 yang sangat urgent tadi dilaporkan kurang lebih sekitar 6.900 jembatan," tandasnya.

Retreat itu sendiri dimulai sekitar pukul dua siang, dipimpin langsung oleh Presiden.

Di sisi lain, agenda prioritas lain yang mencuat adalah soal pemenuhan gizi. Prasetyo menyebut Presiden punya target ambisius terkait pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau yang akrab disebut dapur MBG. Angkanya tak main-main: sekitar 35 ribu unit harus berdiri pada 2026 nanti.

Kalau tercapai, fasilitas itu akan melayani hampir 83 juta penerima manfaat. Saat ini, fondasinya sudah diletakkan.

"Ada kurang lebih 19.000 SPPG yang sudah terbangun. Target di tahun 2026 harus selesai kurang lebih nanti akan ada sekitar 35.000 SPPG yang akan melayani 82,9 juta penerima manfaat," papar Prasetyo.

Dua program besar itu jembatan dan dapur gizi sepertinya jadi penanda arah kerja pemerintahan ke depan. Fokus pada infrastruktur dasar dan ketahanan pangan rakyat. Target tahun 2026 terus disebut, memberi bayangan deadline yang jelas namun juga tantangan berat di lapangan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar