Kemarahan meluas menyusul penangkapan paksa wartawan Royman M Hamid di Sulawesi Tengah. Bagi banyak pengamat, insiden ini bukan sekadar pelanggaran terhadap kebebasan pers, melainkan sebuah pertanda yang jauh lebih mengkhawatirkan.
Pengamat politik M Said Didu tak ragu menyebutnya. Menurutnya, fakta yang mengejutkan adalah negara seolah sudah lenyap di Morowali. "Yang berkuasa sekarang adalah oligarki," tegasnya.
Pernyataan itu disampaikan Didu dalam sebuah obrolan di Bang Edy Channel, kanal YouTube milik wartawan senior Edy Mulyadi. Dia dengan keras mengecam metode penangkapan Royman. Baginya, cara yang dipakai polisi mirip sekali dengan pengejaran terhadap gembong narkoba kelas kakap.
Lalu, apa akar masalahnya? Didu menganalisis, penangkapan ini tak lepas dari perlawanan oligarki terhadap langkah tegas Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di kawasan itu. Gebrakan Sjafrie untuk menertibkan perampokan sumber daya alam, sayangnya, tidak dibarengi pengawalan yang memadai. Alhasil, perlawanan pun muncul.
Menurut Didu yang sudah lima kali berkunjung ke Morowali, pola penangkapan terbuka dan penuh kekerasan itu punya pesan terselubung. "Ini bukan cuma untuk yang ditangkap," ujarnya, "tapi sebagai peringatan untuk pihak lain."
Artikel Terkait
Otak Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto Segera Hadapi Sidang
Tenda Pengungsian di Gaza Diserang Drone, Lima Anak di Antaranya Tewas
Mabuk dan Tuduhan Uang Patungan, Seorang Pria Tewas Dianiaya Teman Minumnya di Rappocini
Bos Kejahatan Cyber Chen Zhi Diekstradisi dari Kamboja, Aset Triliunan Rupiah Disita