Di sisi lain, Didu melihat ada tiga kekuatan yang kini secara terbuka melawan Presiden Prabowo. Dia menyebutnya dengan istilah khas: Solo (partai politik busuk), Oligarki, dan Parcok (pejabat polisi busuk). Sebagai bukti, dia menyebut dua nama Zulfan Lindan dan Ade Armando yang langsung menyerang Sjafrie melalui podcast mereka.
Kepada Prabowo, Didu menyampaikan seruan. Dia meminta presiden untuk kembali ke jati diri sejati dan lepas dari bayang-bayang oligarki.
Edy Mulyadi, yang hadir dalam obrolan itu, menambahkan nada pesimis. Dia menilai rakyat sudah tak bisa lagi berharap pada aparat, tentara, polisi, atau bahkan pejabat.
Tak hanya berkomentar, Didu dan sejumlah aktivis lain dikabarkan sedang menginisiasi sebuah gerakan. Tujuannya: merebut kembali kedaulatan rakyat. Gerakan ini rencananya akan melibatkan partisipasi dari berbagai lapisan, tak terkecuali dari luar negeri.
Artikel Terkait
Wakil Bupati Bone Lepas Kontingen MTQ, Targetkan Juara Umum di Tingkat Provinsi
Waspada Cuaca Berubah-ubah, Makassar Berpotensi Hujan Siang hingga Malam
KPK Tangkap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dalam Operasi OTT
KPK Periksa Belasan Pejabat Tulungagung Usai OTT Bupati