Di sisi lain, Didu melihat ada tiga kekuatan yang kini secara terbuka melawan Presiden Prabowo. Dia menyebutnya dengan istilah khas: Solo (partai politik busuk), Oligarki, dan Parcok (pejabat polisi busuk). Sebagai bukti, dia menyebut dua nama Zulfan Lindan dan Ade Armando yang langsung menyerang Sjafrie melalui podcast mereka.
Kepada Prabowo, Didu menyampaikan seruan. Dia meminta presiden untuk kembali ke jati diri sejati dan lepas dari bayang-bayang oligarki.
Edy Mulyadi, yang hadir dalam obrolan itu, menambahkan nada pesimis. Dia menilai rakyat sudah tak bisa lagi berharap pada aparat, tentara, polisi, atau bahkan pejabat.
Tak hanya berkomentar, Didu dan sejumlah aktivis lain dikabarkan sedang menginisiasi sebuah gerakan. Tujuannya: merebut kembali kedaulatan rakyat. Gerakan ini rencananya akan melibatkan partisipasi dari berbagai lapisan, tak terkecuali dari luar negeri.
Artikel Terkait
Otak Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto Segera Hadapi Sidang
Tenda Pengungsian di Gaza Diserang Drone, Lima Anak di Antaranya Tewas
Mabuk dan Tuduhan Uang Patungan, Seorang Pria Tewas Dianiaya Teman Minumnya di Rappocini
Bos Kejahatan Cyber Chen Zhi Diekstradisi dari Kamboja, Aset Triliunan Rupiah Disita