Kembalinya Jorge Rodriguez: Dinasti Politik Venezuela Kukuhkan Cengkeraman

- Selasa, 06 Januari 2026 | 13:36 WIB
Kembalinya Jorge Rodriguez: Dinasti Politik Venezuela Kukuhkan Cengkeraman

Majelis Nasional Venezuela punya ketua baru atau lebih tepatnya, ketua lama yang kembali. Senin lalu, Jorge Rodriguez terpilih lagi untuk memimpin parlemen. Yang menarik, dia adalah kakak dari Delcy Rodriguez, presiden Venezuela yang baru saja dilantik.

Pemilihan ini terjadi dalam suasana yang cukup panas. Cuma berselang dua hari sebelumnya, pasukan AS dikabarkan menangkap Nicolas Maduro dan membawanya ke New York untuk diadili. Situasinya memang berubah cepat.

Nah, dengan keputusan ini, keluarga Rodriguez kini memegang kendali yang cukup kuat. Media seperti Barrons mencatat, mereka menguasai dua pilar kekuasaan: eksekutif dan legislatif. Delcy disebut punya dukungan penuh militer, plus dukungan dari Nicolas Maduro Guerra putra Maduro yang juga duduk di parlemen.

Dalam sidang khusus itu, Jorge Rodriguez mengucapkan sumpah jabatan. Suasana ruang sidang tampak tegang namun penuh tekad.

“Atas nama seluruh rakyat Venezuela,” tegasnya, seperti dikutip AFP.

Di sisi lain, banyak anggota parlemen yang melontarkan kecaman keras soal penangkapan Maduro. Mereka serentak menyatakan dukungan kepada Rodriguez, yang akan menjalankan peran sebagai pengganti sementara sang pemimpin kiri.

Suara paling lantang datang dari legislator senior, Fernando Soto Rojos.

“Presiden Amerika Serikat, Tuan Trump, bertindak seolah-olah ia adalah jaksa, hakim, dan polisi dunia,” ujarnya dengan nada tinggi.

“Kami katakan: Anda tidak akan berhasil. Kami akan mengerahkan seluruh solidaritas agar presiden sah kami, Nicolas Maduro, kembali dengan kemenangan ke istana Miraflores.”

Pidatonya disambut gemuruh tepuk tangan di ruang sidang. Momentum politik di Venezuela jelas sedang bergerak dan keluarga Rodriguez ada di pusarnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar