Richard Lee meminta penjadwalan ulang. Jadwal barunya diatur untuk 7 Januari 2026.
Semua ini berawal dari perseteruan sengit antara Richard Lee dan Doktif. Awalnya soal klaim obat dan perawatan kecantikan, lalu merambat ke mana-mana. Pertikaian di media sosial itu akhirnya berujung runyam: saling lapor ke pihak berwajib.
Menariknya, posisi mereka berbalasan. Di sisi lain, Doktif sendiri sudah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka. Itu untuk kasus dugaan pencemaran nama baik lewat UU ITE, berdasarkan laporan yang diajukan oleh Richard Lee. Jadi, keduanya kini sama-sama berstatus tersangka, saling berhadapan dalam dua laporan yang berbeda.
Artikel Terkait
Truk Skylift Dinas Perhubungan Gianyar Hangus Terbakar Diduga Akibat Korsleting
Peneliti IPB Kembangkan Pakan Probiotik Antikoksi untuk Dongkrak Produktivitas Ayam
Motor Terbakar di Tengah Perempatan Maros, Keluarga Selamat
Iran Ajukan Prasyarat Keras Jelang Pembicaraan dengan AS di Islamabad