Di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026), Nadiem Makarim membacakan nota keberatannya. Suasana tegang. Lalu, di tengah pembelaannya, ia menyebut satu nama: Joko Widodo.
Ceritanya berawal jauh sebelum ia masuk ke pemerintahan. Nadiem bercerita tentang masa-masa awal Gojek. Banyak yang tak tahu, katanya, perjalanan startup itu penuh keringat dan air mata. Bayangkan, ia harus blusukan ke puluhan pangkalan ojek cuma modal traktir kopi dan kretek. Tujuannya satu: meyakinkan para tukang ojek bahwa ada cara lebih baik untuk cari nafkah.
“Waktu itu saya cuma dicemooh,” ujarnya. Bahkan banyak yang menertawakannya. Ojek dianggap tidak bisa dipercaya, jauh dari kata profesional.
“Tapi saya pantang mundur. Bertahun-tahun. Dan lihat sekarang, buktinya ojol jadi pilar ekonomi kita.”
Klaimnya, lebih dari 3 juta orang Indonesia saat ini hidup dari ekosistem Gojek, mulai dari driver hingga pelaku UMKM. Intinya, ia mendirikan perusahaan itu bukan untuk memperkaya diri. Ia cuma melihat potensi yang diabaikan orang lain.
Narasi serupa ia bawa ke dunia pendidikan. Menurutnya, ia melihat hal yang sama: potensi besar yang terpendam di sekolah-sekolah Indonesia yang sudah puluhan tahun stagnan. Sistemnya tak bergerak, ketinggalan zaman.
“Saya sedih melihat kualitas sekolah kita kalah dari negara berkembang lain,” tuturnya lirih.
Di sisi lain, nasihat orang tuanya selalu terngiang: kesuksesan tanpa pengabdian itu hampa. Kalimat itulah yang akhirnya mendorongnya menerima tawaran menjadi Mendikbudristek, meski hampir semua orang di sekelilingnya melarang.
“Mereka membujuk saya untuk menolak. Khawatir saya dihujat karena perubahan pasti dilawan. Apalagi saya tidak punya back-up partai politik,” kenang Nadiem.
Orang-orang di sekitarnya bingung. Kenapa di puncak karir bisnis, ia mau mempertimbangkan jabatan yang jelas-jelas merugikan secara finansial dan reputasi?
Artikel Terkait
Heboh Video Bocil Block Blast: Penasaran yang Dijebak Phishing
Paris Membeku dalam Riang: Salju Ubah Kota Cahaya Jadi Arena Bermain
Status Darurat Sampah Tangsel Diperpanjang Dua Pekan Lagi
Bareskrim Ungkap 21 Situs Judi Online Berkedok Perusahaan Fiktif, Uang Sitaan Tembus Rp59 Miliar