Ia melanjutkan dengan nada tegas,
“Kenapa? karena jika cuma politik uang yang ditakutkan, sangat mudah sekali bagi aparat penegak hukum untuk memantaunya.”
Tak berhenti di situ, Gus Aan menyindir partai-partai yang menolak gagasan ini. Ia menduga penolakan itu muncul karena mereka tak mendengar suara akar rumput.
“Atau memang minim kader di daerah, sehingga aspirasi rakyat tidak sampai ke pusat,”
cetusnya.
Di akhir, ia meyakini bahwa langkah ini adalah solusi. Menurut Gus Aan, memilih kepala daerah lewat DPRD bisa menata ulang demokrasi kita. Ini jadi jalan menuju Indonesia Emas 2045. Sebuah cita-cita besar yang, baginya, butuh fondasi sistem yang tepat.
Artikel Terkait
Jenazah Lansia Pemulung Ditemukan dalam Reruntuhan Gubuk Terbakar di Antang
Pemuda di Makassar Aniaya Ibu Kandung Usai Ibu Marahi Nenek
Harga Emas Pegadaian Anjlok, Galeri24 dan UBS Turun Signifikan
Dua Rumah Hangus Terbakar di Barru, Diduga Akibat Korsleting Listrik