Semua berawal dari kegagalan PT Melaton Pratama, sebuah agen lokal katalis, dalam mengikuti tender di Pertamina. Perusahaan itu disebut gagal memenuhi syarat, khususnya karena tidak lolos uji ACE test. Saat itu, PT Melaton Pratama beroperasi dengan menggunakan nama Albemarle Corp.
Nah, di sinilah masalahnya mulai. Gunardi Wantjik, sang direktur, diduga memerintahkan anaknya, Frederick, untuk menghubungi Alvin anak dari Chrisna Damayanto. Tujuannya jelas: meminta Chrisna, yang saat itu masih menjabat, untuk mengkondisikan agar perusahaan mereka bisa kembali ikut tender produk katalis Residue Catalytic Cracking (RCC) di RU VI Balongan.
Permintaan itu rupanya dikabulkan. Chrisna Damayanto diduga membuat kebijakan baru yang menghapus kewajiban lolos uji ACE test. Kebijakan ini ibarat membuka jalan tol. PT Melaton Pratama pun akhirnya memenangkan tender pengadaan katalis untuk Kilang Balongan pada periode 2013-2014. Nilai kontraknya tak main-main: USD 14,4 juta atau sekitar Rp 176,4 miliar dengan kurs waktu itu.
“Setelah terpilih sebagai pemenang pengadaan katalis, PT MP kemudian memberikan sebagian fee yang berasal dari Albemarle Corp kepada Saudara CD sekurang-kurangnya Rp 1,7 miliar pada periode tahun 2013 sampai dengan 2015,” papar Mungki.
Ia melanjutkan, “Penerimaan fee tersebut diduga berhubungan dengan pengambilan kebijakan oleh Saudara CD yang bertentangan dengan tugas dan kewajibannya selaku Direktur Pengolahan di PT Pertamina (Persero).”
Atas semua tindakannya itu, Chrisna Damayanto kini resmi menjadi tersangka penerima suap. Ia disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Perjalanan panjang kasus korupsi ini memasuki babak baru, dengan seorang mantan petinggi Pertamina mendekam di balik jeruji.
Artikel Terkait
Demokrasi yang Diculik: Ketika Pemilu Hanya Jadi Panggung Pesta Elit
Gus Irfan Cicipi Menu, Rasa Nusantara Siap Sambut Jemaah Haji 2026
Pemerintah Pacu Huntara dan Huntap untuk Korban Bencana yang Kehilangan Desa
Prabowo Tanya Panglima TNI: Atlet Berkuda Kita Sudah Naik Pangkat?