"Kami bebas dan berdaulat. Donald Trump tidak bisa memiliki minyak kami," ujarnya dengan tegas.
"Maria Corina, Rubio, Edmundo... tidak satu pun dari mereka akan memerintah kami. Kami punya presiden. Namanya adalah Nicolas Maduro."
Sementara para pendukungnya berdemo, Maduro sendiri konon sedang berada di balik jeruji. Ia ditahan di sebuah pusat penahanan di New York, menunggu sidang pengadilan yang dijadwalkan pada Senin (5 Januari) besok. Tuduhannya terkait narkoba.
Jarak antara Caracas dan New York terasa begitu dekat sekaligus jauh. Di satu kota, rakyatnya berjuang menyuarakan namanya. Di kota lain, sang pemimpin menghadapi proses hukum yang penuh ketidakpastian.
Artikel Terkait
Paris Membeku dalam Riang: Salju Ubah Kota Cahaya Jadi Arena Bermain
Status Darurat Sampah Tangsel Diperpanjang Dua Pekan Lagi
Bareskrim Ungkap 21 Situs Judi Online Berkedok Perusahaan Fiktif, Uang Sitaan Tembus Rp59 Miliar
Jaringan Gelap The True Crime Community Racuni 70 Anak Indonesia dengan Ideologi Ekstrem