"Kami bebas dan berdaulat. Donald Trump tidak bisa memiliki minyak kami," ujarnya dengan tegas.
"Maria Corina, Rubio, Edmundo... tidak satu pun dari mereka akan memerintah kami. Kami punya presiden. Namanya adalah Nicolas Maduro."
Sementara para pendukungnya berdemo, Maduro sendiri konon sedang berada di balik jeruji. Ia ditahan di sebuah pusat penahanan di New York, menunggu sidang pengadilan yang dijadwalkan pada Senin (5 Januari) besok. Tuduhannya terkait narkoba.
Jarak antara Caracas dan New York terasa begitu dekat sekaligus jauh. Di satu kota, rakyatnya berjuang menyuarakan namanya. Di kota lain, sang pemimpin menghadapi proses hukum yang penuh ketidakpastian.
Artikel Terkait
Remaja 14 Tahun Hilang di Hutan Mamuju, Pencarian Gabungan Masih Berlangsung
Truk Skylift Dinas Perhubungan Gianyar Hangus Terbakar Diduga Akibat Korsleting
Peneliti IPB Kembangkan Pakan Probiotik Antikoksi untuk Dongkrak Produktivitas Ayam
Motor Terbakar di Tengah Perempatan Maros, Keluarga Selamat