Operasi AS di Venezuela Tewaskan 80 Orang, Maduro Ditahan di New York

- Senin, 05 Januari 2026 | 10:25 WIB
Operasi AS di Venezuela Tewaskan 80 Orang, Maduro Ditahan di New York

Jakarta Korban jiwa dari operasi militer Amerika Serikat di Venezuela terus bertambah. Menurut laporan terbaru The New York Times pada Ahad (04/01/2026), angka kematian kini mencapai 80 orang. Operasi yang terjadi Sabtu lalu itu memang berdarah.

Dan tampaknya, daftar itu belum final. Seorang pejabat senior Venezuela, yang dikutip oleh media AS tersebut, mengisyaratkan bahwa jumlah korban masih mungkin bertambah. Situasinya masih berkembang, dan hitungannya bisa berubah.

Sebelum kabar ini beredar, Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino sudah lebih dulu mengungkapkan dampak buruk dari serangan itu. Menurutnya, sebagian besar tim pengamanan yang bertugas melindungi Presiden Nicolas Maduro tewas dalam operasi tersebut. Sayangnya, Padrino tidak memberikan rincian angka pastinya.

Kebakaran di Fuerte Tiuna, kompleks militer terbesar Venezuela, terlihat dari kejauhan, Sabtu (03/01). [Foto: AFP via Getty Images]

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump justru menyoroti keberhasilan operasi itu. Dalam pernyataannya, Trump mengklaim bahwa aksi militer AS berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores.

“Kami akan menegaskan kendali atas Venezuela untuk sementara waktu,” tegas Trump. Ia bahkan tak segan menyebut opsi mengerahkan pasukan AS di lapangan jika memang diperlukan.

Pasangan presiden itu sendiri dikabarkan telah tiba di New York pada Sabtu malam. Mereka kini ditahan di Metropolitan Detention Center, Brooklyn, dan menghadapi dakwaan serius dari pengadilan federal AS. Tuduhannya berkisar dari perdagangan narkoba hingga kerja sama dengan kelompok kriminal yang digolongkan sebagai teroris.

Maduro sendiri membantah semua tuduhan tersebut. Sementara itu, di ibu kota Venezuela, Caracas, suara-suara yang menyerukan pembebasan mereka mulai bermunculan dari sejumlah pejabat.

Laporan: Anadolu

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar