Senin pagi (5/1) di Aceh Tamiang, suasana di SMA Negeri 4 Kejuruan Muda terasa berbeda. Usai dilanda banjir bandang dan longsor akhir November lalu, sekolah itu akhirnya kembali berdenyut. Dan kedatangan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, jelas menambah semangat para siswa yang baru saja memulai kembali aktivitas belajar mereka.
Para siswa terlihat antusias menyambutnya, berjabat tangan hangat. Mu'ti pun membalasnya dengan senyuman dan semangat. Ia datang bukan sekadar seremonial, tapi benar-benar ingin melihat langsung kondisi anak-anak didik di daerah yang baru saja tertimpa musibah.
Dalam kunjungan itu, Mu'ti bertindak sebagai pembina upacara bendera. Di bawah langit cerah, ia menyampaikan amanatnya kepada seluruh siswa dan guru yang hadir.
"Pagi yang cerah ini kita bisa melaksanakan upacara bendera. Ini hari baru, di mana kita semua memasuki semester genap tahun pelajaran 2026," ujar Mu'ti memulai pidatonya.
Sekretaris Umum Muhammadiyah itu lantas menekankan pentingnya ketangguhan. Ia meminta para siswa untuk sama sekali tidak patah semangat.
"Mereka yang mengalami musibah bukan mereka yang kalah. Justru, mereka yang bangkitlah pemenang sebenarnya," sambungnya, menegaskan.
Pesan terakhirnya sederhana namun mendalam.
"Jangan pernah berhenti bercita-cita. Saya mengajak anak-anak sekalian untuk tetap bersemangat, apa pun keadaannya," tutur Mu'ti.
Memang, bencana akhir November lalu sempat menghentikan total kegiatan belajar mengajar di SMAN 4 Kejuruan Muda. Sekolah ini termasuk yang cukup parah terdampak. Namun begitu, setelah melalui proses pembersihan dan evaluasi menyeluruh, akhirnya KBM bisa dihela kembali hari ini. Langkah kecil itu, bagi banyak siswa, adalah awal dari kebangkitan.
Artikel Terkait
Ketua BEM UGM Laporkan Teror Anonim Usai Kritik Pemerintah
Dasco Minta Pemerintah Tunda Rencana Impor 105 Ribu Pick Up India
Tes Urine Massal di Polres Jakarta Pusat, Satu Personel Positif Codeine karena Obat Batuk
BMKG Peringatkan Hujan Lebat Berpotensi Banjir dan Longsor di Sulsel