Januari 2026. Julian Doyle, sutradara film legendaris yang terlibat dalam karya kultus Monty Python’s Life of Brian, membuat pernyataan yang mengguncang. Setelah riset puluhan tahun, ia kini mengklaim kecerdasan buatan (AI) telah "memvalidasi" teorinya: Yesus Kristus tidak pernah mati disalib.
Inti argumennya sederhana, tapi radikal. Menurut Doyle, kisah penyaliban dalam Alkitab adalah sebuah kasus salah identitas besar-besaran. Orang yang benar-benar dieksekusi oleh tentara Romawi waktu itu, katanya, bukan Yesus dari Nazaret. Melainkan Yudas orang Galilea seorang pemimpin pemberontak yang namanya tercatat dalam sejarah.
Lalu, di mana peran AI dalam semua ini?
Doyle mengaku menggunakan berbagai sistem AI, mulai dari ChatGPT hingga DeepSeek dan Gemini. Tujuannya? Untuk menyisir catatan-catatan Injil dan dokumen sejarah, mencari celah dan ketidakkonsistenan. Hasilnya? Ia bilang mesin-mesin itu "setuju" dengan kesimpulannya. Bahwa Gereja awal, secara keliru, "menyalibkan orang yang salah."
Keraguannya sendiri sudah mengendap lama. Semuanya berawal sekitar 40 tahun silam, saat dia sibuk menyunting adegan penyaliban di Life of Brian. Saat itulah dia mulai mempertanyakan detail-detail sejarah. Misalnya, laporan bahwa Yesus wafat hanya dalam enam jam. Padahal, proses penyaliban Romawi biasanya berlangsung berhari-hari, bahkan bisa sampai seminggu. Ada yang janggal, pikirnya.
Nah, menariknya, apa yang disampaikan Doyle ini punya kesamaan dengan keyakinan yang telah lama dipegang dalam Islam. Klaim bahwa Yesus tidak disalib secara jasmani, misalnya, tercantum dalam Al-Qur'an.
Seperti dilaporkan media Inggris The Daily Star awal Januari lalu, Doyle kini merasa punya bukti pendukung yang kuat. Judul laporannya provokatif: "Bukti Baru Tunjukkan 'Yesus Tak Pernah Disalib' – dan AI Bisa Buktikan Itu 'Tanpa Keraguan'."
Bukti Baru Tunjukkan 'Yesus Tak Pernah Disalib' – dan AI Bisa Buktikan Itu 'Tanpa Keraguan'
Doyle bercerita, riset marathonnya ini terpicu oleh rasa penasaran saat mengedit adegan ikonis dalam Life of Brian. Adegan di mana Eric Idle, Graham Chapman, dan John Cleese tergantung di kayu salib sambil bersenandung Always Look on the Bright Side of Life. "Itu mengganggu saya," akunya. "Saya mulai bertanya-tanya, apa benar kejadiannya seperti yang diceritakan?"
Artikel Terkait
Richard Lee Penuhi Panggilan Polisi, Kasus Kesehatan dan Pelapor yang Berbalik Jadi Tersangka
Tim Bogor Bergerak Cepat Bangun Hunian Sementara untuk Korban Banjir Aceh Tamiang
Prabowo Bertekad Hentikan Impor Pangan dalam Satu Tahun
Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa hingga Petani Biasa di Puncak Panen Raya Karawang