Tim Bogor Bergerak Cepat Bangun Hunian Sementara untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

- Rabu, 07 Januari 2026 | 13:50 WIB
Tim Bogor Bergerak Cepat Bangun Hunian Sementara untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

Jakarta – Dari Bogor, sebuah tim kemanusiaan bergerak menuju Aceh Tamiang pada Rabu lalu. Dipimpin oleh Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MSc, pembina Rumah Sakit Islam Bogor (RSIB), mereka punya misi langsung melihat kondisi korban banjir yang masih berjuang.

Rombongan itu sendiri terdiri dari sejumlah nama. Ada Dr. Dwi Sudharto selaku Ketua Yayasan RSIB, Dr. Hambari dari UIKA, serta H. Heri Haerudin dari IPHI Kota Bogor. Tak ketinggalan, Eddy Tasman, H. Adriansyah Armawi, dan H. Heri Hasanuddin juga turut serta dalam aksi ini.

Di Sumatera, situasinya masih memprihatinkan. Kabupaten Aceh Tamiang adalah salah satu titik yang paling merasakan dampak serius. Hingga kini, banyak warga terpaksa bertahan di tempat-tempat penampungan yang jauh dari kata layak. Kehidupan mereka, bisa dibilang, masih terombang-ambing.

Merespon kondisi itu, beberapa lembaga pun bergerak. Yayasan RSIB bersama IPHI Kota Bogor dan LSDI Guru Sudharmo Medan akhirnya menginisiasi pembangunan hunian sementara. Rencananya, akan ada tiga kompleks yang dibangun di Aceh Tamiang.

Dr. Dwi Sudharto, Ketua Yayasan RSIB, menjelaskan detailnya.

"Setiap kompleks nanti dilengkapi hunian sementara, mushola, MCK, plus dapur umum. Air bersih dan penerangan juga kami sediakan. Untuk mendanai satu kompleks, kami butuh sekitar 150 juta rupiah," jelas Dwi.

Menurutnya, pembangunan ini sangat mendesak. Masyarakat yang terdampak bencana masih kesulitan menjalani rutinitas harian. Hunian sementara ini diharapkan bisa menjadi solusi sementara yang manusiawi.

"Harapan kami sederhana. Semoga dengan ini, saudara-saudara kita di sana bisa menyambut Ramadhan dengan kondisi yang lebih baik. Lebih aman, dan tentu saja lebih layak," tambah Dwi.

Nantinya, tim yang baru berangkat ini rencananya akan meninjau langsung lokasi pembangunan kompleks hunian tersebut. Proses pembangunannya sendiri disebutkan sudah mulai dilakukan sebelumnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar