Di tengah acara panen raya di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1) lalu, Prabowo Subianto menyampaikan kegelisahan yang sudah lama mengendap di pikirannya. Ia merasa sudah cukup lama memperjuangkan kemajuan negeri ini. Tapi, ada sesuatu yang menurutnya janggal.
Kejanggalan itu, katanya, terlihat nyata. Sudah puluhan tahun berlalu, namun kemiskinan masih saja membelenggu banyak rakyat Indonesia. Padahal, negeri ini dikenal kaya.
"Saya melihat ada kejanggalan di bangsa kita. Saya melihat sudah berapa puluh tahun, negara yang begini kaya rakyatnya masih banyak yang miskin. Saya tidak dapat menerima di akal sehat saya dan di hati saya,"
ucap Prabowo dengan nada yang terdengar getir.
Baginya, logika itu tak beres. Seharusnya, kekayaan alam yang melimpah itu bisa dinikmati oleh seluruh rakyat. Kenyataannya? Jauh dari harapan. "Bagaimana negara yang begini makmur, bagaimana negara yang berjuang ratusan tahun untuk merdeka tetapi kekayaannya kurang dinikmati oleh sebagian besar rakyat Indonesia," lanjutnya.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Mundur dari Ketua Umum IPSI di Munas ke-16
Mentan Proyeksikan Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton, Dorong Hilirisasi Inovasi Kampus
Remaja 14 Tahun Hilang di Hutan Mamuju, Pencarian Gabungan Masih Berlangsung
Truk Skylift Dinas Perhubungan Gianyar Hangus Terbakar Diduga Akibat Korsleting