Di tengah acara panen raya di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1) lalu, Prabowo Subianto menyampaikan kegelisahan yang sudah lama mengendap di pikirannya. Ia merasa sudah cukup lama memperjuangkan kemajuan negeri ini. Tapi, ada sesuatu yang menurutnya janggal.
Kejanggalan itu, katanya, terlihat nyata. Sudah puluhan tahun berlalu, namun kemiskinan masih saja membelenggu banyak rakyat Indonesia. Padahal, negeri ini dikenal kaya.
"Saya melihat ada kejanggalan di bangsa kita. Saya melihat sudah berapa puluh tahun, negara yang begini kaya rakyatnya masih banyak yang miskin. Saya tidak dapat menerima di akal sehat saya dan di hati saya,"
ucap Prabowo dengan nada yang terdengar getir.
Baginya, logika itu tak beres. Seharusnya, kekayaan alam yang melimpah itu bisa dinikmati oleh seluruh rakyat. Kenyataannya? Jauh dari harapan. "Bagaimana negara yang begini makmur, bagaimana negara yang berjuang ratusan tahun untuk merdeka tetapi kekayaannya kurang dinikmati oleh sebagian besar rakyat Indonesia," lanjutnya.
Artikel Terkait
Parkir Liar di Depan Stasiun Bekasi: Solusi Warga Hadapi Tarif Resmi yang Menggurita
Pendidikan Indonesia: Antara Janji Kurikulum dan Krisi Demokrasi di Ruang Kelas
Prabowo Pasang Gigi Enam, Menteri Diminta Ikut Irama di Tahun Kedua
Polisi Ringkus Dua Pelaku Penebangan Liar Jati di Ngawi, Sita Ratusan Gelondongan