Setelah empat dekade menyelidiki, teorinya akhirnya terbentuk. Menurutnya, orang yang dihukum mati di Golgota adalah Yudas si pemberontak dari Galilea. Sementara Yesus sendiri, dalam versi Doyle, hanya menjalani semacam "penyaliban ritual" yang bersifat simbolis. Hukuman mati yang sebenarnya? Ia dirajam bertahun-tahun kemudian.
Lambat laun, kedua narasi ini yang asli dan yang simbolis terjalin jadi satu. Terciptalah sebuah kisah tunggal yang menjadi fondasi iman Kristen selama berabad-abad: kisah penyaliban dan kebangkitan.
Nah, di sinilah AI berperan sebagai "mitra verifikasi"-nya. Doyle memasukkan hampir seratus kontradiksi yang ia temukan dalam teks-teks Alkitab ke dalam berbagai program AI. Tujuannya cuma satu: menguji koherensi logis dari teorinya. Dan jawabannya, klaimnya, datang dari mesin-mesin itu sendiri. Mereka sepakat bahwa penjelasan tentang Yudas orang Galilea yang mati di tangan Pontius Pilatus lebih masuk akal secara historis ketimbang narasi kanonik.
"ChatGPT, Claude, Grok, Gemini... semuanya sampai pada kesimpulan yang sama," ujar Doyle dengan yakin.
Semua argumen lengkapnya ia tuangkan dalam buku baru berjudul "How to Unravel the Gospel Story Using AI". Buku itu, katanya, bukan sekadar paparan. Tapi lebih seperti manual yang memungkinkan pembaca biasa untuk menguji teorinya sendiri menggunakan alat-alat AI yang tersedia.
Di usianya yang ke-83, Doyle yang juga terlibat dalam film seperti Time Bandits dan Brazil, bahkan menggarap video musik untuk Kate Bush dan Iron Maiden percaya temuannya ini bukan main-main. Ia menyebutnya sebagai salah satu penemuan terbesar dalam sejarah studi agama.
Benar atau tidak, klaim Julian Doyle ini pasti akan terus memicu perdebatan. Di satu sisi, ada teknologi mutakhir yang dijadikan alat analisis. Di sisi lain, ada keyakinan yang telah mengakar selama dua milenium. Pertarungan antara data dan dogma, rupanya, memasuki babak baru.
Artikel Terkait
Richard Lee Penuhi Panggilan Polisi, Kasus Kesehatan dan Pelapor yang Berbalik Jadi Tersangka
Tim Bogor Bergerak Cepat Bangun Hunian Sementara untuk Korban Banjir Aceh Tamiang
Prabowo Bertekad Hentikan Impor Pangan dalam Satu Tahun
Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa hingga Petani Biasa di Puncak Panen Raya Karawang