Operasi pencarian di perairan Labuan Bajo belum berhenti. Tim SAR Gabungan masih terus menyisir area untuk menemukan korban tenggelamnya KM Putri Sakinah di sekitar Pulau Padar. Satu per satu, kabar duka mulai datang.
Jenazah Pelatih Valencia Ditemukan Mengapung
Setelah sepuluh hari menghilang, akhirnya Fernando Martin Carreras ditemukan. Pelatih tim B wanita Valencia CF itu dievakuasi pada Minggu pagi (4/1).
“Tim SAR Gabungan menemukan satu jenazah pria dewasa Warga Negara Spanyol di Perairan Selat Padar. Saat ini jenazah telah dievakuasi untuk proses pemeriksaan dan identifikasi lebih lanjut,” jelas Kabidhumas Polda NTT, Kombes Henry Novika Chandra.
Lokasi penemuannya di Selat Padar, kawasan Taman Nasional Komodo. Sekitar pukul 08.47 WITA, jenazah pria dewasa asal Spanyol itu terlihat mengapung. Tim langsung bergerak cepat.
Menggunakan Kapal KN SAR Punta Dewa milik Basarnas, jenazah kemudian dibawa ke Labuan Bajo. Pukul 10.15 WITA, mereka tiba di pelabuhan. Dari sana, jenazah langsung dibawa ke RSUD Komodo untuk visum dan identifikasi mendalam oleh tim DVI Biddokkes Polda NTT.
Masa Pencarian Ditambah
Meski satu korban telah ditemukan, tekanan justru makin besar. Dua orang lainnya, anak-anak dari Fernando, masih belum ada kabar. Kapolda NTT, Irjen Rudi Darmoko, memutuskan memperpanjang operasi.
“Perpanjangan pencarian pertama itu dari tanggal 2–4 Januari 2026. Perpanjangan kedua sampai dengan 7 Januari 2026,” kata Rudi lewat keterangan resminya.
Artinya, tim masih punya waktu beberapa hari lagi untuk berusaha.
Penyelidikan Polisi: Ada Unsur Kelalaian?
Di sisi lain, proses hukum terus berjalan. Polisi memastikan penyidikan atas insiden nahas ini berlanjut. Menurut Kombes Henry, kini tahapannya masuk analisis dan evaluasi untuk mengungkap penyebab pastinya.
“Penyidikan difokuskan pada dugaan kelalaian yang menyebabkan orang meninggal dunia,” tegas Henry.
Penyidik dari Satreskrim dan Satpolairud Polres Manggarai Barat sudah memeriksa awak kapal dan beberapa pihak terkait operasional wisata. Mereka mengulik segala hal, mulai dari cara mengendalikan kapal, kondisi mesin, sampai prosedur keselamatan saat darurat.
Bukti-bukti dan dokumen kapal juga sudah diamankan. Semuanya akan dianalisis sebelum nantinya menentukan status hukum.
“Penetapan tersangka akan dilakukan setelah alat bukti dinyatakan cukup,” ujar Henry.
Ia menegaskan, langkah ini untuk keadilan keluarga korban. Juga sebagai pengingat keras bagi pelaku usaha wisata bahari agar keselamatan jadi prioritas utama.
“Kami akan menyampaikan perkembangan penyidikan secara terbuka kepada publik,” tutupnya.
Sebelumnya diketahui, kapal pinisi yang membawa Martin, istrinya, dan empat anaknya itu tenggelam diterjang gelombang di Selat Pulau Padar pada Jumat malam (26/12). Dari kejadian itu, tujuh orang selamat, termasuk sang istri, Mar Martinez Ortuno, dan seorang anak perempuannya.
Kini, setelah Fernando ditemukan, yang masih hilang adalah kedua putranya: Martin Garcia Mateo dan Martinez Ortuno Enriquejavier. Pencarian untuk mereka berdua terus digenjot, meski harapan makin tipis.
Artikel Terkait
Pelajar Tewas Diduga Dianiaya Oknum Brimob di Tual, Tersangka Sudah Ditahan
Nadiem Makarim Serukan Anak Muda Tak Putus Asa dengan Indonesia di Tengah Sidang Korupsi
Ketua BEM UGM Laporkan Teror Anonim Usai Kritik Pemerintah
Dasco Minta Pemerintah Tunda Rencana Impor 105 Ribu Pick Up India