"Yang siap beroperasi untuk KBM pada tanggal 5 Januari nanti ada 1.157, atau 95.23 persen," beber Mu’ti.
Lalu bagaimana dengan sisanya?
"Yang belajar menggunakan tenda ada 19, atau 1.6 persen, dan yang masih proses pembersihan ada 29 atau 2.4 persen," tambahnya merinci.
Nah, untuk memastikan kelancaran proses belajar, pemerintah sudah menyiapkan skenario khusus. Mu’ti menyebut, sebuah surat edaran telah diterbitkan. Isinya mengatur pembelajaran dan asesmen bagi sekolah-sekolah yang terdampak, dengan kurikulum yang dirancang khusus pula.
"Insyaallah, pada tanggal 5 nanti, besok berarti, sekolah-sekolah tersebut sudah dapat dipergunakan sebagaimana mestinya," sambungnya meyakinkan.
Intinya, ada fleksibilitas yang diberikan. Sekolah yang belum bisa berfungsi normal tetap didorong untuk menyelenggarakan pembelajaran dengan sistem yang adaptif. Yang penting, kata Mu’ti, adalah semangat untuk bangkit dan terus belajar.
"Tetap menyelenggarakan pembelajaran dengan sistem yang adaptif. Yang penting adalah semangat kita untuk bangkit, semangat kita untuk dapat belajar dan bersemangat meraih masa depan," pungkasnya menutup pernyataan.
Artikel Terkait
Parkir Murah di Luar Stasiun Bekasi Tetap Jadi Andalan, Meski Tarif Mulai Merangkak Naik
Hellyana Diperiksa 10 Jam, Status Resmi Jadi Tersangka Ijazah Palsu
Ramalan Kematian Trump di The Simpsons Ternyata Hoaks, Produser Buka Suara
Indonesia Dukung Upaya Saudi Fasilitasi Dialog Damai di Yaman Selatan