Supaya lebih terarah, kamu bisa membuat semacam daftar tanya untuk diri sendiri. Misalnya: Kapan terakhir kali saya merasa benar-benar bahagia? Impian apa yang masih ingin saya kejar? Adakah kebiasaan atau pola hidup yang perlu saya ubah? Atau, apa ukuran kepuasan hidup saya selama ini?
Pertanyaan-pertanyaan semacam itu bisa menjadi pemandu.
Intinya, meluangkan waktu untuk merenung adalah investasi untuk jiwa. Ini cara kita berkomunikasi dengan hati nurani, mengingatkan diri pada tujuan awal, dan menata ulang langkah ke depan. Jadi, jangan ragu untuk sesekali berhenti dari rutinitas. Duduk, diam, dan renungkan hidupmu.
Imam Nur Suharno
Kepala Divisi Humas dan Dakwah Pesantren Husnul Khotimah Kuningan, Jawa Barat.
Artikel Terkait
Demokrasi yang Diculik: Ketika Pemilu Hanya Jadi Panggung Pesta Elit
Gus Irfan Cicipi Menu, Rasa Nusantara Siap Sambut Jemaah Haji 2026
Pemerintah Pacu Huntara dan Huntap untuk Korban Bencana yang Kehilangan Desa
Prabowo Tanya Panglima TNI: Atlet Berkuda Kita Sudah Naik Pangkat?