Pandji Pragiwaksono Sindir Raffi Ahmad soal Pencucian Uang di Spesial Netflix

- Minggu, 04 Januari 2026 | 16:40 WIB
Pandji Pragiwaksono Sindir Raffi Ahmad soal Pencucian Uang di Spesial Netflix

Netflix baru saja menayangkan spesial stand-up comedy Pandji Pragiwaksono berjudul Mens Rea. Seperti biasa, penampilannya cerdas dan menghibur. Tapi bukan sekadar tawa yang ia dapatkan. Lewat lawakannya, Pandji membongkar berbagai absurditas dalam praktik hukum dan politik di Indonesia, membuat penonton berpikir.

Nah, salah satu yang kena sasaran adalah Raffi Ahmad. Sindiran ini muncul saat Pandji membahas soal money laundering atau pencucian uang.

Dia memulai dengan sebuah skenario.

"Coba bayangkan," katanya, "ada seorang Jenderal Polisi yang terlibat bisnis narkoba. Dari sana, dia dapat uang haram, katakanlah 100 miliar. Uang sebanyak itu, masuk rekening pribadi? Mustahil. Nanti ketahuan PPATK."

Suasana hening sejenak, penonton menunggu kelanjutannya.

"Lalu apa yang dilakukan sang jenderal?" lanjut Pandji. "Uang itu diputar. Dibagi ke dalam, misalnya, sepuluh bisnis. Masing-masing dikasih 10 miliar. Nah, supaya gampang komunikasinya, kesepuluh bisnis ini dipegang oleh satu orang saja."

Dia berhenti sejenak, menatap penonton dengan senyum khasnya.

"Raffi Ahmad...?"

Kalimat itu langsung disambut gelak tawa dan tepuk tangan riuh dari seluruh penonton. Sindirannya tajam, tapi disampaikan dengan gaya yang santai dan jenaka.

Di media sosial, terutama Twitter, cuplikan aksi Pandji itu langsung viral. Banyak netizen yang berkomentar.

Akun @BangPino__ misalnya, mengunggah video singkatnya dengan caption, "Giliran Raffi Ahmad dimasak."

Sementara itu, akun @KeurCobain berkomentar, "Pantas bisnisnya banyak banget. Ternyata buat mastiin duit yang dicuci ada di satu orang."

Tak ketinggalan, @cupang_fish juga ikut menyoroti. "Makanya, logika aja kok bisa bisnisnya sampe 35 unit bisnis (belum termasuk cabang) banyak yang bangkrut, tapi dia gak collapse, hmm, kok bisa?" tulisnya.

Reaksi-reaksi itu menunjukkan betapa sindiran Pandji menyentuh titik yang selama ini jadi perbincangan publik. Dia tidak menyebut nama secara gamblang, tapi konteks yang dibangun membuat penonton langsung paham siapa yang dimaksud.

Spesial komedi ini, sekali lagi, membuktikan bahwa humor bisa jadi alat kritik sosial yang ampuh. Tidak cuma lucu, tapi juga meninggalkan kesan. Dan untuk Raffi Ahmad, ini mungkin jadi bahan renungan tersendiri di tengah maraknya pemberitaan soal bisnisnya yang menjamur.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar