Di sisi lain, Anwar punya pandangan kuat tentang masa depan Venezuela. Itu sepenuhnya hak rakyatnya, katanya, bukan ditentukan oleh intervensi dari luar. Ia mengingatkan, sejarah sudah sering membuktikan bahwa perubahan kepemimpinan secara tiba-tiba dan dipaksakan justru sering berakhir buruk.
"Rakyat Venezuela-lah yang berhak menentukan nasib politik mereka sendiri," jelasnya.
"Seperti yang kita lihat dari berbagai peristiwa, perubahan drastis karena campur tangan luar biasanya membawa lebih banyak mudarat. Apalagi di negara yang sudah lama berjuang menghadapi krisis ekonomi dan tekanan sosial yang begitu dalam."
Bagi Malaysia, prinsipnya jelas: menghormati hukum internasional dan kedaulatan negara adalah pondasi utama untuk menjaga perdamaian. Anwar menawarkan jalan lain.
Menurutnya, keterlibatan yang konstruktif, dialog, dan upaya meredakan ketegangan adalah jalan yang lebih masuk akal. Hanya dengan cara itulah warga sipil bisa terlindungi dan rakyat Venezuela punya ruang untuk mewujudkan aspirasi mereka tanpa ancaman bahaya yang lebih besar.
Artikel Terkait
Isra Miraj: Saat Waktu Tak Lagi Jadi Patokan
Bambang Tri Mulyono Kembali ke Meja Hijau, Gugat Ijazah Presiden di Ulang Tahunnya
Tito Karnavian Kualat Lupa Sebut Nama Purbaya di Rapat Satgas Aceh
RSUD di Sumatera Kembali Beroperasi, Namun Sejumlah Puskesmas Masih Terhenti