Anak SD Berkata Kasar: Cermin Retak Lingkungan Dewasa

- Minggu, 04 Januari 2026 | 11:06 WIB
Anak SD Berkata Kasar: Cermin Retak Lingkungan Dewasa

Pernahkah Anda mendengar anak SD melontarkan kata-kata kasar dengan fasihnya? Rasanya, fenomena ini sudah terlalu sering kita jumpai. Di taman bermain, di jalan, atau sekadar obrolan ringan, istilah-istilah yang dulu cuma diucapkan orang dewasa kini begitu mudah meluncur dari mulut mereka yang masih belia.

Ketika Kata Kasar Jadi Hal yang "Biasa"

Anak-anak itu peniru ulung, itu rahasia umum. Mereka menyerap segala hal dari lingkungannya. Nah, masalahnya, kata-kata tak pantas yang kerap dipakai orang dewasa terus-terusan muncul pula di media sosial lambat laun dianggap biasa saja. Bukan sesuatu yang istimewa atau tabu.

Menurut sejumlah pengamat, normalisasi bahasa kasar ini terjadi lewat percakapan sehari-hari, tontonan, dan tentu saja, interaksi dengan teman sebaya. Lingkungan sosial punya peran besar membentuk kebiasaan ini.

Gadget dan Konten Digital: Akselerator yang Kuat

Perkembangan teknologi, mau tak mau, mempercepat semua proses. Anak-anak sekarang terpapar konten digital sejak usia sangat dini. Mulai dari game online, video-video pendek, sampai unggahan di media sosial.

Lihat saja konten hiburan yang viral. Tak jarang, kreatornya sengaja memasukkan kata kasar sebagai bahan candaan atau ekspresi emosi. Kalau tidak ada yang mendampingi, anak akan menelan mentah-mentah dan menirunya tanpa filter. Mereka belum punya kemampuan untuk menyaring.

Fakta yang cukup mencengangkan, rata-rata screen time anak di Indonesia dilaporkan bisa mencapai lebih dari 7,5 jam per hari. Angka ini jauh dari batas yang dianjurkan para ahli. Bayangkan, dalam waktu sebanyak itu, berapa banyak paparan bahasa yang mereka serap?

Orang Dewasa: Sering Lupa Jadi Teladan

Dalam kesibukan sehari-hari, banyak orang tua yang memberikan gawai agar anak anteng. Sayangnya, praktik ini jarang dibarengi pengawasan ketat terhadap konten yang dikonsumsi. Masalahnya makin runyam karena koreksi dari orang dewasa seringkali minim.


Halaman:

Komentar