Di sisi lain, kebiasaan kita sendiri para dewasa yang menggunakan kata kasar secara terbuka justru memperkuat keadaan. Entah di obrolan santai atau di kolom komentar media sosial. Tanpa disadari, kita sedang menciptakan lingkungan linguistik yang kasar untuk mereka tumbuh.
Lalu, Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Menyalahkan anak jelas bukan solusi. Mereka hanya meniru. Lingkunganlah yang mesti dibenahi. Ini tanggung jawab bersama, dan butuh usaha konkret.
Pertama, keluarga harus jadi contoh utama. Rumah adalah sekolah pertama. Cara orang tua berbicara, memilih kata, akan langsung ditelan dan ditiru anak. Keteladanan dimulai dari sini.
Kedua, pendampingan digital yang cerdas. Ini bukan cuma soal membatasi waktu menatap layar. Lebih dari itu, orang dewasa perlu hadir sebagai mediator. Bantu anak memahami mana konten yang pantas ditiru, mana yang tidak. Ajarkan mereka untuk kritis.
Ketiga, sekolah dan lingkungan sosial punya peran. Pembiasaan bahasa santun bukan cuma urusan pelajaran moral, tapi juga fondasi untuk komunikasi yang sehat seumur hidup. Sekolah bisa jadi ruang aman untuk melatih ini.
Terakhir, butuh kesadaran kolektif. Bahasa anak terbentuk dari percakapan di rumah sampai di ruang publik. Karena itu, masyarakat luas harus sepakat untuk tidak lagi menormalisasi kata-kata kasar, terutama saat ada anak-anak di sekitar kita.
Semua upaya ini intinya satu: menciptakan ekosistem komunikasi yang lebih baik untuk perkembangan mereka.
Jadi, ketika anak-anak dengan mudahnya berkata kasar, persoalannya bukan terletak pada mereka semata. Cerminannya justru ada pada kita, pada lingkungan yang membentuk cara mereka bersuara.
Memperbaiki bahasa anak, pada akhirnya, adalah tugas berat orang dewasa. Tugas untuk menata ulang ruang komunikasi baik di rumah, di sekolah, maupun di dunia digital yang kian tak terpisahkan.
Artikel Terkait
Anjing di Cangkringan Diculik Usai Diberi Racun, Aksi Pelaku Terekam CCTV
Perjalanan Duka Berujung Maut, Guru Tewas dalam Tabrakan di Tol Ungaran
Armuji Akui Kekhilafan, Laporan Ormas Madas ke Polda Jatim Dicabut
Richard Lee Ditahan Status Tersangka, Berawal dari Laporan Doktif