Situs Keraton Kaibon Terendam, Kekhawatiran Kerusakan Makin Nyata

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 17:48 WIB
Situs Keraton Kaibon Terendam, Kekhawatiran Kerusakan Makin Nyata

Sabtu pagi (3/1/2026), pemandangan di situs Keraton Kaibon di Kasemen, Serang, sungguh memprihatinkan. Dari udara terlihat jelas, genangan air luas telah menyelimuti kawasan cagar budaya itu. Airnya tak lagi jernih, melainkan keruh dan tenang, memagari sisa-sisa kejayaan masa lalu.

Penyebabnya? Hujan deras yang tak henti sejak Jumat. Menurut sejumlah saksi, kali Cibanten di dekat situ tak kuasa menampungnya lagi. Alirannya meluap, lalu merayap masuk ke kompleks keraton. Dalam hitungan jam, situs bersejarah itu berubah menjadi kolam besar.

Kekhawatiran pun muncul. Bukan cuma soal aktivitas yang terhenti, tapi lebih dari itu. Struktur bangunan tua peninggalan Kesultanan Banten ini diragukan ketahanannya. Dinding-dinding yang sudah lapuk oleh usia, kini terendam berjam-jam. Ada rasa was-was, banjir kali ini bisa mempercepat kerusakan.

“Kami sangat khawatir dengan kondisi struktur bangunannya,” ujar seorang pegiat budaya setempat yang enggan disebutkan namanya.

Ia menjelaskan, material zaman dulu berbeda dengan sekarang. “Rendaman yang lama bisa melemahkan pondasi dan dinding bata. Butuh penanganan cepat setelah air surut.”

Memang, ini bukan kali pertama situs tersebut kebanjiran. Namun begitu, intensitas hujan dan luapan kali yang terjadi pekan ini terbilang parah. Di sisi lain, perhatian terhadap mitigasi bencana untuk cagar budaya seperti ini kerap dinilai masih kurang. Padahal, sekali rusak, hilanglah sebagian cerita kita.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar