Serangan ini datang hanya dua hari setelah pernyataan mengejutkan dari Presiden Nicolas Maduro.
Pada Kamis (1/1) lalu, Maduro menyatakan pemerintahannya terbuka untuk bernegosiasi dengan AS. Pernyataan itu muncul di tengah tekanan militer Washington yang menuduh rezimnya terlibat dalam jaringan perdagangan narkoba internasional.
Namun begitu, gencatan senjata verbal itu tampaknya tak bertahan lama. Aksi militer langsung AS pagi ini justru memanaskan kembali ketegangan yang sudah lama mendidih antara kedua negara.
Artikel Terkait
Menteri Hukum Tegaskan KUHP Baru: Ini Produk Politik, Tak Bisa Memuaskan Semua Pihak
ASN Parepare Diciduk Polisi, Motifnya Cuma Demi Gaya-Gayaan
Ketika Game Over Menjadi Kenyataan: Ambang Gugur dan Rapuhnya Mimpi Amerika
Nadiem Makarim Tiba dengan Borgol, Disambut Tepuk Tangan di Sidang Perdana