Serangan ini datang hanya dua hari setelah pernyataan mengejutkan dari Presiden Nicolas Maduro.
Pada Kamis (1/1) lalu, Maduro menyatakan pemerintahannya terbuka untuk bernegosiasi dengan AS. Pernyataan itu muncul di tengah tekanan militer Washington yang menuduh rezimnya terlibat dalam jaringan perdagangan narkoba internasional.
Namun begitu, gencatan senjata verbal itu tampaknya tak bertahan lama. Aksi militer langsung AS pagi ini justru memanaskan kembali ketegangan yang sudah lama mendidih antara kedua negara.
Artikel Terkait
Kejagung Ajukan Banding atas Vonis 9 Terdakwa Korupsi Tata Kelola Minyak Pertamina
KPK Geledah Rumah Kadis PUTR Pati, Cari Bukti Kasus Bupati Nonaktif
Kapolresta Sleman Didemosi Usai Sidang Disiplin Internal
Sarifah Suraidah, Istri Gubernur Kaltim, Catat Kekayaan Rp166,5 Miliar di LHKPN