"Secara umum, pelaksanaannya berjalan aman dan terkendali," ucap Agus. Ia menilai langkah-langkah itu cukup efektif menjaga kelancaran arus lalu lintas di titik-titik strategis selama operasi berlangsung.
Lalu, bagaimana dengan gelombang kendaraan? Agus juga membeberkan data mobilitas dari empat gerbang tol utama Jakarta: Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Ciawi, dan Cikupa. Periode penghitungannya lebih panjang, sejak 18 Desember hingga 2 Januari.
Hasilnya? Kendaraan yang keluar dari Jakarta mencapai 2.638.186 unit. Sementara yang masuk ke ibu kota sedikit lebih rendah, yakni 2.472.184 kendaraan.
"Kalau dibanding tahun sebelumnya, arus keluar Jakarta mengalami kenaikan," jelasnya. Ini, menurutnya, mencerminkan animo masyarakat untuk berlibur ke luar kota yang cukup tinggi.
Di sisi lain, arus masuk Jakarta justru relatif stabil bahkan cenderung menurun. "Ini menandakan arus balik bisa dikendalikan dengan baik dan tersebar secara merata," pungkas Agus. Sebuah upaya yang, meski belum sempurna, patut diapresiasi.
Artikel Terkait
Pemerintah Segera Cairkan Kompensasi untuk Korban Banjir Sumatera
Mengapa Kita Merasa Bersalah Saat Hanya Ingin Berhenti Sejenak?
Prabowo Bentuk Satgas Khusus, Fokuskan Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
Prasetyo Hadi: Kritik Biasa, Tapi Teror Bukan Cara Dewasa