Isu tentang kewajiban mendoakan pemimpin yang zalim belakangan ini ramai diperbincangkan. Tapi, benarkah ada perintah seperti itu? Nyatanya, dalam khazanah Islam, doktrin semacam itu sulit ditemukan dasarnya. Bahkan, tak ada ulama yang mewajibkannya.
Lalu dari mana asalnya? Ini patut dipertanyakan.
Kalau kita telusuri, justru ada hadits yang menunjukkan sikap Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang lebih kompleks. Beliau tidak serta-merta mendoakan kebaikan untuk semua pemimpin. Kisahnya dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha.
Dalam sebuah riwayat, Nabi bersabda:
“Allahumma, man waliya min amri ummati syai-an fa syaqqa ‘alaihim, fasyquq ‘alaihi. Wa man waliya min amri ummati syai-an fa rafaqa bihim, farfuq bihi.”
Artikel Terkait
Makassar Tinggalkan Open Dumping, Beralih ke Sistem Sampah Berkelanjutan
Lapangan Gaspa Palopo Resmi Dibuka Usai Revitalisasi Senilai Rp 3,5 Miliar
Dua Perempuan Diamankan Polisi Usai Video Penginjakkan Alquran Viral di Lebak
Harga Emas Pegadaian Stabil, Galeri24 dan UBS Tak Bergerak