Isu tentang kewajiban mendoakan pemimpin yang zalim belakangan ini ramai diperbincangkan. Tapi, benarkah ada perintah seperti itu? Nyatanya, dalam khazanah Islam, doktrin semacam itu sulit ditemukan dasarnya. Bahkan, tak ada ulama yang mewajibkannya.
Lalu dari mana asalnya? Ini patut dipertanyakan.
Kalau kita telusuri, justru ada hadits yang menunjukkan sikap Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang lebih kompleks. Beliau tidak serta-merta mendoakan kebaikan untuk semua pemimpin. Kisahnya dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha.
Dalam sebuah riwayat, Nabi bersabda:
“Allahumma, man waliya min amri ummati syai-an fa syaqqa ‘alaihim, fasyquq ‘alaihi. Wa man waliya min amri ummati syai-an fa rafaqa bihim, farfuq bihi.”
Artikel Terkait
Mimpi yang Terkubur: Stigma Cukup SMA dan Masa Depan yang Terhambat
Bus Tabrak Karimun di Tuban, Dua Tewas Usai Sopir Lakukan Manuver Berbahaya
Mantan ProJo Buka Suara: Lagu Baru Slank Itu Cermin Negeri yang Sakau Kuasa!
MUI Kutuk Larangan Israel: Strategi Sengaja Perpanjang Penderitaan Gaza