Di sisi lain, upaya pengamanan digelar. Kapolsek Kemuning beserta anggotanya turun tangan mengamankan lokasi dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Masyarakat pun diimbau keras untuk menjauhi zona bahaya. Semburan api dan gas yang masih aktif dinilai sangat berisiko.
Lalu lintas pun terkena imbas. Farouk mengimbau para pengendara yang hendak melintas ke arah Jambi atau sebaliknya untuk istirahat dulu. Tunggu sampai situasi benar-benar kondusif.
"Personel menyiapkan penutupan sementara arus kendaraan dari dua arah, baik dari Pekanbaru maupun Jambi, apabila situasi di lapangan mengharuskan," ujarnya lagi.
Kabarnya, penyekatan arus gas sudah dilakukan. Petugas di lapangan berharap api bisa padam dalam waktu sekitar tiga jam ke depan. Mereka meminta kesabaran dari warga.
Untungnya, berdasarkan data sementara, tak ada korban jiwa atau warga yang terdampak langsung. Pipa gas itu letaknya cukup jauh dari permukiman, kira-kira 500 meter. Meski hujan lebat turun dan api masih menyala, situasi di lokasi terpantau aman dan terkendali. Namun begitu, kewaspadaan tetap dijaga ketat.
Artikel Terkait
Pendidikan Terkatung-katung: Ratusan Ribu Anak Korban Bencana Ditinggal Negara
Tiga Nyawa Melayang di Warakas, Mulut Berbusa dan Ruam Merah Jadi Petunjuk Awal
Demokrasi Terengah-engah, Ekonomi Merangkak: Potret Retak Pemerintahan Daerah
Dosen Gugat UU, Hak Hidup Layak Dipertaruhkan di Meja Hijau