Kisah pilu ini berawal pada Selasa, 16 Desember lalu. Muhammad Axel ditemukan tak bernyawa di dalam rumah keluarganya di Perumahan BBS 3, Cilegon. Keadaan tubuhnya mengenaskan, penuh luka parah.
Yang pertama melihatnya adalah sang kakak, D, yang baru berusia 11 tahun. Bayangkan saja, betapa traumatisnya ia menemukan adiknya bersimbah darah di dalam rumah. Panik, D segera menelepon ayah mereka, Maman.
Diteriakannya permintaan tolong sambil menyampaikan kondisi mengerikan yang dilihatnya. Maman yang sedang bekerja di Ciwandan sekitar 10 kilometer dari rumah langsung bergegas pulang.
Sesampainya di rumah, pemandangan yang ia saksikan sungguh di luar dugaan. Anak bungsunya itu terbaring tengkurap, dengan luka serius dan pendarahan hebat. Axel segera dilarikan ke RS Bethsaida. Sayangnya, semua usaha tim medis sudah terlambat. Nyawa sang bocah tak bisa diselamatkan.
Kini, dengan tertangkapnya tersangka, keluarga dan masyarakat berharap proses hukum berjalan transparan. Motif apa yang mendorong perbuatan ini, masih menjadi tanda tanya besar yang menunggu diungkap.
Artikel Terkait
Tiga Nyawa Melayang di Warakas, Mulut Berbusa dan Ruam Merah Jadi Petunjuk Awal
Demokrasi Terengah-engah, Ekonomi Merangkak: Potret Retak Pemerintahan Daerah
Dosen Gugat UU, Hak Hidup Layak Dipertaruhkan di Meja Hijau
Mobil Toyota Agya Meledak Jadi Bara di Halaman SMK Sragen