Tersangka Pembunuhan Bocah Cilegon Ditangkap di Pabuaran

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 00:36 WIB
Tersangka Pembunuhan Bocah Cilegon Ditangkap di Pabuaran

Setelah dua minggu penuh ketegangan, akhirnya ada titik terang. Polisi berhasil mengamankan seorang pria berinisial HA (30), yang diduga sebagai pelaku pembunuhan mengenaskan terhadap Muhammad Axel Herman Miller. Bocah sembilan tahun itu adalah putra dari politisi PKS Cilegon, Maman Suherman.

Penangkapan HA dilakukan tanpa perlawanan pada Jumat sore, tepatnya di kawasan Pabuaran, Cilegon. Tim gabungan dari Satreskrim Polres Cilegon dan Ditreskrimum Polda Banten yang bergerak. Dari informasi yang beredar, pelaku ternyata berasal dari Palembang, Sumatera Selatan.

Kombes Pol Dian Setyawan, Dirreskrimum Polda Banten, membenarkan kabar ini. "Alhamdulillah (pelaku tertangkap)," ujarnya saat dikonfirmasi Jumat malam.

Meski begitu, Dian masih menahan diri untuk memberikan rincian lebih jauh. Soal identitas lengkap, kronologi penangkapan, apalagi motif di balik perbuatan keji itu, masih ditutup rapat. Alasannya, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan yang lebih mendalam.

"Nanti ya (disampaikan) saat ekspos resmi," tambahnya singkat.

Kisah pilu ini berawal pada Selasa, 16 Desember lalu. Muhammad Axel ditemukan tak bernyawa di dalam rumah keluarganya di Perumahan BBS 3, Cilegon. Keadaan tubuhnya mengenaskan, penuh luka parah.

Yang pertama melihatnya adalah sang kakak, D, yang baru berusia 11 tahun. Bayangkan saja, betapa traumatisnya ia menemukan adiknya bersimbah darah di dalam rumah. Panik, D segera menelepon ayah mereka, Maman.

Diteriakannya permintaan tolong sambil menyampaikan kondisi mengerikan yang dilihatnya. Maman yang sedang bekerja di Ciwandan sekitar 10 kilometer dari rumah langsung bergegas pulang.

Sesampainya di rumah, pemandangan yang ia saksikan sungguh di luar dugaan. Anak bungsunya itu terbaring tengkurap, dengan luka serius dan pendarahan hebat. Axel segera dilarikan ke RS Bethsaida. Sayangnya, semua usaha tim medis sudah terlambat. Nyawa sang bocah tak bisa diselamatkan.

Kini, dengan tertangkapnya tersangka, keluarga dan masyarakat berharap proses hukum berjalan transparan. Motif apa yang mendorong perbuatan ini, masih menjadi tanda tanya besar yang menunggu diungkap.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar