Jatinangor diguncang duka pada Jumat siang itu. Sekitar pukul dua, tebing setinggi enam meter tiba-tiba ambruk di Kecamatan Jatinangor, Sumedang, menimbun sejumlah pekerja yang sedang bertugas.
Menurut keterangan dari Kepala BPBD Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun, musibah terjadi saat tujuh pekerja tengah menggali pondasi untuk sebuah Tembok Penahan Tanah. Pekerjaan itu berlangsung normal, sampai tiba-tiba material dari tebing di atas mereka runtuh dan menghujam ke bawah.
"Kondisi awal 7 pekerja sedang melakukan penggalian pembangunan pondasi bangunan TPT. Namun tiba-tiba tebing yang berada di atasnya longsor menimpa para pekerja dengan ketinggian tebing sekitar 6 meter,"
Begitu penjelasan Teten yang diterima media lewat rilis tertulis di hari yang sama.
Akibatnya sungguh parah. Satu unit bangunan TPT terdampak. Dari tujuh pekerja, satu orang berhasil selamat dengan selamat, sementara dua lainnya mengalami trauma dan harus dilarikan ke puskesmas terdekat. Nahas, empat orang lainnya justru tertimbun langsung oleh longsoran material tebing itu.
Operasi pencarian dan evakuasi pun segera diluncurkan. Hingga berita ini diturunkan, satu korban tertimbun telah berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia. Jenazahnya langsung dibawa ke RS AMC.
"Satu orang telah ditemukan meninggal dunia, korban dibawa ke RS AMC, 3 orang tertimbun dan masih dalam pencarian,"
Ujar Teten mengonfirmasi situasi yang masih mencekam itu. Tiga pekerja lainnya masih hilang, terkubur di bawah tumpukan tanah. Pencarian terus digenjot, meski harapan kini kian menipis.
Artikel Terkait
Raffi Ahmad Penuhi Amanah Terakhir Jupe, Bantu Ibunda yang Terpuruk Ekonomi
Ketua Ombudsman RI Ditahan sebagai Tersangka Kasus Korupsi Nikel
Unhas Tanggapi Laporan Pungli Terhadap Pengusaha Rental Papan Ucapan di Area Kampus
Warga Jemur Gabah di Badan Jalan Bypass Mamminasata, Lalu Lintas Tetap Ramai