"Sempat dipisah tapi tidak berlangsung lama," ujar Agus, menggambarkan kronologi yang berlarut-larut.
"Kembali lagi terjadi pemukulan, hingga akhirnya muncul peristiwa penusukan, yang menyebabkan korban meninggal dunia."
Polisi bergerak cepat. Pelaku berhasil diamankan di hari yang sama. Dari pemeriksaan, senjata yang digunakan adalah pisau lipat. Pisau itu sengaja dibawa oleh MRA, meski motif membawanya masih samar. Apakah memang sudah ada niat jahat dari awal, atau sekadar bawaan biasa?
"Terduga pelaku mengaku membelinya di toko online," kata Agus. "Senjata tersebut sudah kami amankan."
Saat ini, penyidik masih menyelami lebih dalam. Motif di balik tusukan mematikan itu masih jadi pertanyaan besar. Mereka tak hanya mengandalkan pengakuan pelaku.
"Saksi yang diperiksa sampai detik ini sudah ada enam orang," jelas Agus. "Enam orang saksi kami mintai keterangannya."
Selain keterangan saksi, petugas juga menunggu hasil yang lebih konkret dari meja visum. "Kami tunggu hasil visum seperti apa untuk mengetahui penyebab kematian korban," pungkasnya. Semua petunjuk itu akan menyusun gambaran utuh dari tragedi yang merenggut nyawa seorang pemuda itu.
Artikel Terkait
Amnesty International: Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Berpola dan Terencana
PSIM Yogyakarta Hadapi PSM Makassar di Stadion Sultan Agung, Susunan Pemain Kedua Tim Diumumkan
Legenda PSM Syamsuddin Umar Khawatirkan Ancaman Degradasi Klub
Menteri Keuangan Tolak Proyeksi Bank Dunia, Sebut Pertumbuhan RI 2026 Bisa Tembus 5%