“Bagi masyarakat Aceh, masjid itu bukan cuma tempat salat. Ia adalah urat nadi kehidupan dan simbol kebangkitan setelah bencana. Kami di PLN tidak bisa tinggal diam. Relawan kami kerahkan untuk menyisir titik-titik terdampak yang paling membutuhkan,” jelas Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo.
Bantuan yang diberikan tidak berhenti di pembersihan fisik. PLN juga menyalurkan bantuan lain seperti Al-Quran, perlengkapan salat, paket sound system, bahkan sampai kubah masjid untuk yang rusak berat.
Kerinduan warga untuk beribadah berjemaah pun perlahan terobati. Sulaiman, salah seorang jemaah Masjid Al-Huda di Kuala Simpang, mengaku lega.
“Kami sudah coba bersih-bersih sendiri selama dua minggu, tapi alat seadanya ya percuma. Lumpur tebalnya susah diangkat. Ketika tim PLN datang bawa alat berat, baru deh kerjaan jadi cepat. Alhamdulillah, salat Jumat bisa kita laksanakan lagi di sini,” ujar Sulaiman.
Apresiasi serupa datang dari pengurus masjid lain. Rudi Muharram dari Masjid Al-Ikhwan di Bener Meriah mengucapkan terima kasih. Bantuan alat ibadah dan perbaikan fasilitas, katanya, telah membuat masjid mereka kembali ‘hidup’ dan ramai oleh jemaah.
Artikel Terkait
Siswa Tewas Usai Senapan Rakitan Meledak Saat Ujian Praktik di Siak
ASN Kementan Ubah Pekarangan Sempit Jadi Model Ketahanan Pangan Keluarga
Suami Tewas Ditikam di Pelukan Istri di Lubuklinggau, Pelaku Masih Diburu
Prabowo Saksikan Penyerahan Denda Hutan Rp11,4 Triliun ke Kas Negara