Utang Rp700 Ribu Berujung Petaka, Pemuda 18 Tahun Tewas Dijerat di Kamar Kos

- Jumat, 02 Januari 2026 | 18:40 WIB
Utang Rp700 Ribu Berujung Petaka, Pemuda 18 Tahun Tewas Dijerat di Kamar Kos

Suasana Gang Bengkawan di Sanggau, Kalimantan Barat, mendadak mencekam Kamis siang lalu. Warga digegerkan oleh penemuan mengerikan: sesosok jenazah terbungkus karung tersembunyi di sebuah kamar kos. Lokasinya di Jalan Bujang Malaka, Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas. Peristiwa pada 1 Januari 2026 itu langsung menyita perhatian. Kerumunan warga pun berdatangan, diikuti aparat kepolisian yang segera menyisir tempat kejadian.

Korban adalah seorang pemuda berusia 18 tahun, berinisial M. Dia berasal dari Kecamatan Meliau dan diketahui bekerja di sebuah gerai ritel selama di Sanggau. Melihat jenazah yang dibungkus karung, dugaan kuat mengarah pada tindak kejahatan. Bukan kecelakaan biasa.

Kapolsek Kapuas, Iptu Marianus, membenarkan laporan tersebut. "Benar, mayat ditemukan di kamar kos. Tim kami langsung turun untuk melakukan penyelidikan," katanya. Pihak kepolisian tak membuang waktu.

Setelah diperiksa, motifnya akhirnya terkuak. Sungguh ironis, pelakunya adalah rekan korban sendiri. Pemicunya sepele namun berakhir tragis: utang piutang.

“Berdasarkan pemeriksaan awal, peristiwa ini bermula dari pertengkaran soal utang sebesar Rp700 ribu,”

Jelas Iptu Marianus, Jumat (2/1/2026).

Marianus menambahkan, korban diduga tewas karena dijerat tali di leher. Tapi itu belum semua. Pelaku juga disebut melakukan pemitingan dan memukul kepala M dengan tangan kosong. Kekerasan yang cukup brutal.

Menurut penyelidikan, aksi keji ini terjadi lebih awal, yaitu pada Rabu, 31 Desember 2025. Di kamar kos yang sama di Bujang Malaka itu. Saat ini, proses hukum masih terus berjalan. Polisi mendalami setiap detail untuk memastikan pelaku diadili sesuai hukum yang berlaku.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar