Lambat tapi pasti, bekas-bekas mengerikan banjir bandang yang menghantam Aceh Tamiang akhir November silam mulai memudar. Salah satu buktinya terlihat di Pondok Pesantren Darul Mukhlisin. Kalau dulu tempat ini jadi sorotan karena dipenuhi kayu dan lumpur, sekarang kondisinya jauh berbeda. Halamannya sudah lapang.
Ingatkah? Saat bencana menerjang, pesantren ini nyaris hilang dari pandangan. Tertimbun lumpur pekat dan gunungan kayu gelondongan yang dibawa arus sungai. Batang-batang pohon besar berserakan di mana-mana, memblokir jalan dan merusak fasilitas. Suasana riuh belajar para santri pun lenyap, berganti dengan pemandangan yang memilukan.
Namun begitu, semangat untuk bangkit tak pernah benar-benar padam. Dokumentasi terbaru yang sampai ke redaksi pada Jumat (2/1) menunjukkan perubahan yang cukup signifikan. Deretan alat berat yang sebelumnya sibuk bekerja, kini terparkir rapi di pinggir halaman. Seolah memberi isyarat bahwa tugas berat pembersihan tahap utama sudah beres.
Artikel Terkait
Tawuran Pecah Lagi di Underpass Manggarai, Kembang Api dan Ledakan Mencekam Sore Hari
Dendam Politik SBY dan Manuver Awal Tahun yang Menggetarkan Istana
Misteri Kematian Satu Keluarga di Warakas, Tim Forensik Turun Tangan
iShowSpeed Beri Tukang Cukur Rp 84 Juta Usai Tahu Asalnya dari Gaza