Masjid pesantren, yang dulu viral karena tetap tegak di tengah amukan air, kini berdiri bersih dan kokoh. Bangunannya tidak lagi dikepung kayu-kayu besar. Malah, ia kembali berfungsi sebagai tempat bernaung yang nyaman, digunakan para relawan dan petugas untuk beristirahat sejenak melepas lelah.
Memang, di luar pagar pesantren masih terlihat sisa-sisa kayu yang mengering. Tapi di dalam kompleks sendiri, suasana sudah jauh lebih tertata. Hasil ini bukan datang begitu saja, melainkan buah dari kerja keras banyak pihak. Koordinasi yang ketat dan pembersihan terpadu akhirnya membuahkan hasil yang bisa dilihat langsung.
Target ke depannya jelas. Meski aktivitas belajar mengajar belum bisa langsung berjalan normal, bersihnya area dari material kayu itu adalah secercah harapan pertama. Denyut nadi kehidupan pesantren ibadah dan pendidikan pelan-pelan harus dikembalikan. Agar para santri bisa segera kembali, menimba ilmu dengan tenang di tempat yang mereka cintai.
Artikel Terkait
Amnesty International: Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Berpola dan Terencana
PSIM Yogyakarta Hadapi PSM Makassar di Stadion Sultan Agung, Susunan Pemain Kedua Tim Diumumkan
Legenda PSM Syamsuddin Umar Khawatirkan Ancaman Degradasi Klub
Menteri Keuangan Tolak Proyeksi Bank Dunia, Sebut Pertumbuhan RI 2026 Bisa Tembus 5%