Jembatan-Jembatan Vital di Sumatera Mulai Pulih, Akses Logistik Digenjot

- Sabtu, 13 Desember 2025 | 20:45 WIB
Jembatan-Jembatan Vital di Sumatera Mulai Pulih, Akses Logistik Digenjot

Cuaca ekstrem beberapa waktu lalu memang menyisakan pekerjaan rumah yang berat. Di Aceh dan sekitarnya, banjir dan longsor sempat memutus sejumlah jalur vital. Kini, upaya perbaikan sedang digenjot. BNPB melaporkan, beberapa jembatan yang rusak ditargetkan bisa berfungsi pekan depan. Target ini penting untuk memperlancar kiriman bantuan ke lokasi pengungsian.

Kapusdatinkom BNPB, Abdul Muhari, memberikan rinciannya dalam sebuah konferensi pers daring Sabtu lalu. Menurutnya, progres pembangunan terus bergerak, meski tak secepat harapan karena faktor cuaca.

"Untuk jembatan Teupin Reudeup yang menghubungkan Bireuen dan Lhokseumawe, progresnya naik dari 88% jadi 90%," jelas Muhari.

"Bentang jembatannya sebenarnya sudah tergelar. Tinggal pemasangan alas atau lantainya saja yang masih berlangsung. Kami berharap ini cepat selesai," sambungnya.

Kondisi serupa terjadi pada Jembatan Teupin Mane. Progresnya melesat dari 89% menjadi 92%. Lagi-lagi, hujan yang turun di beberapa titik disebut menjadi penyebab sedikitnya keterlambatan penyelesaian pekerjaan. Sementara itu, Jembatan Kutablang di Bireuen menunjukkan kemajuan lebih signifikan, dari 28% melompat ke 40,7%.

Namun begitu, ada kabar baik. Akses jalan dari Pidie Jaya menuju Bireuen yang sebelumnya putus total, kini sudah bisa dilalui. Jembatan Krueng Meureudu yang menjadi penghubungnya telah selesai diperbaiki per Jumat kemarin.

"Sudah bisa digunakan, meski statusnya masih uji coba dan penyelesaian akhir," ungkap Muhari. "Tapi secara fungsi, ini sudah operasional. Poin ini sangat krusial."

Ia pun menyampaikan optimisme. "Bayangkan jika akses via jembatan Meureudu, Teupin Reudeup, Teupin Mane, dan Kutablang sudah semua beres. Pasti akan ada perubahan signifikan. Distribusi logistik lewat darat akan jauh lebih optimal," tambahnya penuh keyakinan.

Lalu bagaimana dengan kondisi di Sumatera Utara? Ternyata progresnya juga cukup menggembirakan. Akses dari Tapanuli Utara ke Tapanuli Selatan, misalnya, sudah mencapai 90%. Tinggal 10% lagi yang diharapkan tuntas pekan ini.

Rute Tapanuli Tengah ke Tapanuli Selatan yang terputus juga sedang dibenahi dengan pembangunan Jembatan Bailey. Progresnya juga menyentuh angka 90%. Sedangkan ruas Tapanuli Selatan menuju Mandailing Natal, yang juga sempat terisolasi, kini progres perbaikannya sudah 95% dan bisa dilalui bertahap.

Beberapa ruas lain bahkan sudah pulih total. Muhari menyebut, jalur dari Medan ke Rantauprapat lalu ke Padang Sidempuan sudah 100% normal. Begitu pula rute Dumai-Gunung Tua-Padang Sidempuan, dan dari Padang Sidempuan menuju Sumatera Barat.

"Alhamdulillah, untuk jalan nasional yang menuju dan dari Tapanuli Selatan, progresnya sudah di atas 90%. Harapannya, akhir minggu ini sudah bisa dilalui penuh. Alur distribusi barang dan orang pasti akan lebih lancar," ucapnya.

Di Sumatera Barat, situasinya tak jauh berbeda. Rata-rata progres perbaikan jembatan sudah melampaui 90%. Sebut saja Jembatan Sikabau yang sudah 100% selesai, atau Jembatan Bawah Kubang yang kini mencapai 97%.

Tapi memang, ada satu titik yang masih butuh perhatian lebih. Jembatan Padang Mantuang di Kabupaten Padang Pariaman progresnya masih berada di angka 41%, naik dari sebelumnya 35%. Sementara Jembatan Supayang di Solok, terkendala cuaca, masih bertahan di posisi 90%.

Secara keseluruhan, upaya pemulihan pascabencana terus berjalan. Meski terkadang dihambat hujan, target untuk membuka akses logistik secepatnya tetap menjadi prioritas utama.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar