"Tidak berarti kita tidak memandang ini sebagai hal yang sangat serius. Nyatanya dari seluruh kabinet hari ini ada berapa menteri di sini ya kan, 2 sedang di Aceh Utara, 10 menteri sedang di Aceh sekarang," bebernya, merinci kehadiran para pejabat tinggi di lapangan.
Di sisi lain, ia menegaskan kembali komitmen pemerintah. Bantuan anggaran, kata Prabowo, sudah disiapkan dalam jumlah yang cukup besar untuk pemulihan.
"Jadi saudara-saudara, kita memandang sangat serius dan kita akan habis-habisan untuk membantu ya kita sudah siapkan anggaran cukup besar untuk mengatasi ini," ungkap Presiden.
Jadi, intinya jelas. Pemerintah memilih fokus pada aksi nyata di lapangan ketimbang berkutat pada penetapan status. Toh, kerja-kerja penanggulangan sudah berjalan. Tapi, apakah argumen ini cukup meredam tanya publik? Waktu yang akan menjawabnya.
Artikel Terkait
Diplomasi Digital: Perlukah Indonesia Ambil Alih Kendali Data Warganya?
Kapolres Jakarta Timur Hadapi Dua Preman BKT, Tanya Tarif Paksa hingga Senjata Tajam
Sawit Dikukuhkan, Hutan Dikorbankan: Negara dalam Cengkeraman Oligarki
1.050 Huntara Siap Huni, BNPB Pacu Pembangunan Jelang Ramadan