MURIANETWORK.COM - Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO), mengungkapkan kedekatan pribadinya dengan Mahfud MD berakar dari persahabatan lama dan kesamaan visi. Dalam sebuah dialog terbuka, OSO menjelaskan bahwa karakter blak-blakan Mahfud menjadi salah satu alasan utama ia merasa nyaman bersahabat, meski gaya komunikasi langsung itu kerap menyenggol banyak pihak.
Kelebihan Karakter yang Langsung dan Spontan
Oesman Sapta Odang dengan gamblang memuji sifat spontan dan terus terang yang dimiliki Mahfud MD. Menurutnya, kualitas komunikasi yang jujur dan tanpa tedeng aling-aling itulah yang justru ia hargai.
“Beliau ini orang yang spontan dan belak-belakan, tidak mikir dulu baru ngomong, saya suka. Kalau you dengar Pak Mahfud di mana-mana itu tidak pernah ngomong tidak gamblang, selalu gamblang, nah, saya suka yang gamblang-gamblang gitu, sedeng-sedeng sedikit tapi enak,” tutur OSO dalam sebuah tayangan program Ruang Sahabat.
Ia mengakui, gaya bicara seperti itu wajar jika membuat beberapa orang merasa tidak nyaman. Namun, OSO menegaskan bahwa reaksi negatif justru sering kali muncul dari pihak yang sebenarnya berada di posisi salah.
“Itu ciri khasnya, kalau dia mempunyai kesalahan sedikit di dalam statement-nya itu biasa saja karena manusia, tidak mungkin manusia 1.000 persen benar. Jadi, kalau ada yang menyalah-nyalahkan itu, orang yang menyalahkan itu yang bodoh,” tegasnya.
Awal Mula Pertemuan dan Ikatan yang Terjalin
Jalinan persahabatan keduanya berawal dari masa awal Mahfud MD menjabat sebagai Menteri Pertahanan di era Presiden Abdurrahman Wahid. Saat itu, Mahfud meminta bantuan OSO untuk dipertemukan dengan seseorang yang dekat dengan Gus Dur.
Dari interaksi pertama itu, OSO langsung menangkap kelebihan Mahfud dalam berkomunikasi dan kedalaman analisisnya terhadap kondisi negara. “Sudah itu terus saya kan agak gamang ke militer, sudah itu kita sering bertemu, saya sering datangi beliau, beliau tidak pernah datang ke saya, ini dipanggil lagi. Ya itu faktanya, kita kan bicara faktanya, tidak boleh bicara yang belok-belok,” kenang OSO tentang dinamika pertemuan mereka.
Mahfud MD sendiri membenarkan bahwa persahabatan mereka tumbuh bukan karena kesamaan profesi, melainkan karena kesamaan semangat dan perjuangan. Ia bahkan menyoroti latar belakang perjuangan OSO di masa muda, serta jaringan pertemanannya dengan sejumlah tokoh nasional.
“Itu tokoh-tokoh, waktu Pak Hendro ke sini kan dia cerita, teman saya tuh nakal-nakal, Oesman Sapta Odang, Guntur Soekarnoputra, nakal-nakal itu,” ungkap Mahfud dengan nada bersahabat.
Semangat Bersama untuk Keselamatan Bangsa
Meski kemudian karir keduanya berjalan di lintasan yang beragam, semangat kebersamaan itu tetap terjaga, bahkan terbawa hingga ke gelanggang politik praktis seperti dalam kontestasi Pilpres 2024. Inti dari hubungan ini, seperti ditegaskan Mahfud, adalah komitmen yang sama terhadap keutuhan dan keselamatan Republik Indonesia.
“Pokoknya Indonesia ini harus selamat, Indonesia dengan ideologi Pancasila harus selamat, harus tetap bersatu, mandiri, dan besar karena memang modal untuk besar itu ada. Itu yang sering kami diskusikan dalam banyak kesempatan dengan Pak Oso,” pungkas Mahfud MD, menutup pembicaraan tentang fondasi persahabatan mereka yang dibangun di atas landasan cinta tanah air.
Artikel Terkait
Air Terjun Kali Jodoh di Pinrang: Pesona Alam dan Mitos Pencarian Jodoh yang Ramai Dikunjungi
Tiga Buronan KKB Yahukimo Dibawa ke Jayapura untuk Proses Hukum
Dasco Minta Pemerintah Tunda Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pikap dari India
DPR Desak Kapolri Bertindak Tegas Usai Rentetan Kasus Oknum Polisi