Di sisi lain, pemain yang cepat dan mobile butuh sepatu ringan kayak Sonic Smash FF. Fleksibilitas tinggi jadi prioritas. Perbedaan konstruksi ini, tentu saja, memengaruhi sirkulasi udara dan bagaimana panas dikelola di dalam sepatu.
Kenapa Bisa Cepat Panas?
Sebenarnya, apa sih yang bikin sepatu padel lebih gampang panas ketimbang sepatu tenis? Jawabannya ada di karakter gerakannya. Pergerakan dalam padel cenderung pendek, cepat, dan eksplosif. Akselerasi mendadak, berhenti tiba-tiba, plus rotasi kaki yang terus-menerus semua itu menghasilkan panas dalam waktu singkat.
Zandbergen menegaskan, intensitas seperti inilah yang membuat sistem ventilasi khusus jadi sebuah keharusan. Tanpa inovasi material yang tepat, masalah panas akan terus mengganggu.
Lalu, Solusinya Apa?
Untuk menjawab tantangan overheating, ASICS memperkenalkan material mesh nilon yang sangat breathable pada generasi terbaru sepatunya. Material ini dirancang khusus untuk membuang panas dengan cepat saat aktivitas berulang terjadi.
Selain itu, struktur solnya dilengkapi flex grooves dan zona pivot yang diperkuat. Tujuannya untuk mengurangi tekanan berlebih. Meski begitu, dengan intensitas permainan yang diprediksi makin menjadi, isu panas tetap akan jadi tantangan besar di 2026 nanti. Inovasi harus terus berjalan.
Proses pengembangannya sendiri mengandalkan kolaborasi erat dengan pemain profesional. Mulai dari pengujian prototipe, evaluasi detail, sampai validasi akhir sebelum diproduksi massal.
Masukan dari atlet membantu tim riset memahami titik panas, area yang nggak nyaman, dan reaksi sepatu di berbagai lapangan. Pendekatan ini memang bikin sepatu padel makin presisi. Tapi, di saat yang sama, ia juga membuktikan satu hal: tuntutan fisik olahraga padel memang semakin berat.
Ke depannya, sepatu padel dituntut nggak cuma kuat dan stabil. Ia juga harus piawai mengelola panas. Biar pemain bisa tampil maksimal, dari awal pertandingan sampai poin terakhir.
Artikel Terkait
TNI Akhirnya Dapat Uang Lelah Rp 165 Ribu per Hari Saat Bertugas di Daerah Bencana
Video Viral Jule-Yuka di Hotel: Hoaks atau Jebakan Berbahaya?
Lentera Ibu Pertiwi Meredup: UU IKN dan DKJ Dituding sebagai Alat Oligarki dan Kekuatan Asing
Di Balik Sapuan Pagi: Kisah Petugas PPSU yang Bekerja dengan Perut Kosong