Prabowo Tegaskan Penegakan Hukum Tanpa Ragu di Tengah Reruntuhan Batang Toru

- Kamis, 01 Januari 2026 | 03:48 WIB
Prabowo Tegaskan Penegakan Hukum Tanpa Ragu di Tengah Reruntuhan Batang Toru

Malam pergantian tahun di Desa Batu Hula, Batang Toru, punya suasana yang berbeda. Di tengah reruntuhan dan tenda-tenda pengungsi korban bencana, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan tegas. Ia menegaskan bahwa mulai 2026 ini, penindakan terhadap pelanggar hukum tak boleh lagi setengah hati. Bagi Prabowo, perlindungan terhadap rakyat adalah hal yang paling utama.

“Kita hadapi masa depan kita, hadapi dengan penuh semangat dan optimisme,” seru Prabowo di hadapan warga, Rabu (31/12) malam itu.

Suaranya lantang menembus dinginnya udara malam. “Negara kita akan semakin kuat dan kita akan bertindak tegas semua perusahaan, semua pihak yang melanggar akan kita tertibkan semuanya.”

Pernyataannya itu bukan sekadar janji di penghujung tahun. Ia menegaskan, tak akan ada lagi keraguan untuk menindak siapapun yang menolak patuh. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu.

“Yang tidak patuh kepada hukum dan undang-undang akan kita cabut, kita tidak akan ragu-ragu bertindak kepentingan bangsa kepentingan negara dan terutama kepentingan rakyat kita,” tegasnya lagi.

Namun begitu, di balik nada tegas itu, Prabowo kembali mengingatkan tujuan akhir dari semua kebijakannya. Semua program dan strategi yang dijalankan pemerintah, katanya, ujung-ujungnya cuma satu: memperbaiki taraf hidup masyarakat.

“Saya tegaskan kembali bahwa semua program kita, semua strategi kita adalah untuk memperbaiki kehidupan rakyat,” ujarnya.

Ia lalu menyambung, “Kita ingin ekonomi kita bangkit, lapangan kerja kita tambah ya.”

Pesan itu menggantung di udara, berbaur dengan harapan warga yang merayakan tahun baru di pengungsian. Sebuah tekad untuk lebih tegas, tapi dengan janji kesejahteraan sebagai kompas utamanya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar