Widi Astari (35), warga Grobogan, sengaja datang bersama suami dan kedua anaknya. Perjalanan satu jam mereka tempuh demi merasakan keramaian ini.
Baginya, tidak adanya kembang api bukan masalah. Malah, ia merasa ini lebih tepat.
Perasaan serupa diungkapkan Wisnu (40), warga Ungaran yang sudah rutin merayakan tahun baru di Semarang.
Jadi, malam itu di Simpang Lima bukan tentang kemeriahan yang meledak-ledak. Lebih pada kebersamaan yang hangat, dan sedikit rasa peduli yang dibagikan untuk mereka yang sedang berduka.
Artikel Terkait
Rektor ITB Jemput Langsung Siswi Berprestasi dari Pariaman yang Baru Kehilangan Ibu
Malaria dan Sikap Dingin Belanda Renggut Nyawa Ibu Mertua Soekarno di Pengasingan Ende
Standing Ovation dari Tifosi Inter untuk Bastoni di Tengah Sorotan Negatif
Pemulihan Pascabencana Sumatera Diperkirakan Rampung dalam Tiga Tahun