2026 Tiba, Masa Depan Asta Cita Dipertanyakan
Oleh: Defiyan Cori
Ekonom Konstitusi
2025 sudah lewat. Kini kita menyongsong 2026. Dalam hidup seseorang, perjalanan setahun selalu penuh kejadian. Ada suka, ada duka. Prestasi membanggakan kerap beriringan dengan kegagalan yang terasa pahit. Tapi bukankah pengalaman itu guru terbaik? Bahkan keledai sekalipun, konon, takkan jatuh ke lubang yang sama dua kali. Nah, dari situlah pentingnya evaluasi. Dengan merenung, agenda ke depan bisa kita susun lebih masuk akal, fokus, dan efisien.
Lalu, bagaimana dengan bangsa kita? Pertanyaan serupa mengemuka dalam konteks kepemimpinan nasional Presiden Prabowo Subianto. Setahun berlalu, capaian apa yang sudah diraih? Mana yang masih tertinggal? Posisi Indonesia di panggung global sekarang ini seperti apa? Dan yang tak kalah genting: bagaimana cara kita menghadapi tantangan ke depan?
Yang juga menggelitik, apakah struktur kabinet saat ini masih relevan untuk dippertahankan?
Pencapaian yang Suram
Jujur saja, tahun 2025 boleh dibilang berlalu tanpa kejutan. Data makroekonomi menunjukkan realitas yang flat. Pertumbuhan ekonomi, misalnya, masih berkutat di angka sekitar 5 persen. Tidak ada lompatan berarti.
Cerita ini masih akan berlanjut.
Artikel Terkait
Pakar Hukum: Warga Berhak Gugat Negara atas Kelalaian Infrastruktur Publik
Pemimpin Kartel CJNG El Mencho Tewas, Kekacauan di Meksiko Picu Peringatan Perjalanan dan Pembatalan Penerbangan
Makassar Alokasikan Rp10,6 Miliar untuk Bangun Jalan Akses TPA Antang
Catatan Harian Ungkap Jaringan Dakwah Ulama Sulsel KH Ahmad Surur