Di Bangkok, harapan untuk emas pupus sudah. Timnas futsal Indonesia harus puas membawa pulang medali perak usai takluk 1-2 dari Thailand di partai puncak Piala AFF Futsal 2026, Minggu (12/4) lalu. Laga di depan pendukung tuan rumah itu memang berlangsung sengit, dan kekalahan tipis itu terasa begitu pahit.
Thailand, didorong sorak penuh stadion, langsung mengambil inisiatif. Mereka mendominasi penguasaan bola sejak menit awal. Namun, barisan pertahanan Indonesia tampil solid. Mereka disiplin menutup setiap ruang, membuat serangan-serangan awal sang juara bertahan itu mentah.
Justru Indonesia yang mampu mencuri kejutan. Di menit ke-16, situasi kick-in ditangani cerdik oleh Adityas Priambudi. Umpan datarnya meluncur ke tiang jauh, di mana Andres Dwi Persada sudah menunggu tanpa kawalan. Sentuhan pertamanya mantap, bola menembus gawang Thailand. 1-0! Sorak-sorai kecil dari kontingen Indonesia memecah dominasi suara pendukung lokal.
Gol itu seperti suntikan adrenalin. Indonesia semakin percaya diri, membangun serangan dengan lebih tenang. Bahkan nyaris menggandakan keunggulan empat menit kemudian. Lagi-lagi Andres yang berbahaya, sayang tembakannya masih bisa diblok kaki pemain Thailand.
Namun begitu, suasana berubah drastis di menit ke-20. Muhammad Sanjaya melakukan pelanggaran di area berbahaya dan wasit tanpa ragu menunjukkan titik putih. Itu adalah penalti kedua baginya, yang berujung pada kartu merah. Itticha Praphaphan, sang eksekutor, tak memberi ampun. Angga Ariansyah sudah menebak dengan benar, tapi bola melesat terlalu kencang. Skor menjadi 1-1.
Artikel Terkait
Persija Gelar Workshop Fotografi ke-5 di Sela Laga Kandang
Korban Penyekatan Air Keras Tolak Kasusnya Diadili di Peradilan Militer
BMKG Pastikan Cahaya Misterius di Langit Malang adalah Sampah Antariksa
Hexindo Gelar RUPSLB Usai Mundurnya Dua Direktur Asal Jepang