Polres Metro Jakarta Pusat meringkus dua pelaku pencurian ponsel milik warga negara asing asal Belanda di kawasan Stasiun Tanah Abang, Gambir. Kedua tersangka akhirnya ditangkap di wilayah Palmerah, Jakarta Barat, setelah polisi melakukan penyelidikan intensif.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold Hutagalung, mengungkapkan bahwa identitas para pelaku berhasil diketahui dari hasil penyelidikan di lapangan. “Dari hasil penyelidikan, identitas pelaku berhasil diketahui hingga akhirnya dilakukan penangkapan di wilayah Palmerah, Jakarta Barat,” ujarnya.
Peristiwa pencopetan itu terjadi pada Senin siang, 25 Mei 2026. Reynold menegaskan bahwa pihaknya bergerak cepat begitu menerima laporan dari korban. “Begitu menerima laporan, anggota langsung melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi,” ungkapnya.
Korban diketahui bernama Hoesein Ali Edgar, seorang warga negara Belanda. Sementara itu, dua tersangka yang berhasil diamankan masing-masing berinisial DD, 43 tahun, dan AP, 36 tahun. Dalam proses penangkapan, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, yakni satu tas gendong hitam dan satu unit ponsel merek Samsung A34 warna silver milik korban.
Kapolsek Metro Gambir, AKBP Agus Adi Wijaya, menambahkan bahwa tim operasional sempat memburu kedua pelaku hingga ke tempat kos mereka di kawasan Jati Pulo, Palmerah. “Pelaku berhasil kami amankan saat berada di tempat kosnya di wilayah Jati Pulo. Penangkapan dilakukan setelah anggota memastikan ciri-ciri pelaku sesuai hasil penyelidikan dan rekaman CCTV,” jelasnya.
Setelah diamankan, kedua tersangka langsung dibawa ke Polsek Metro Gambir untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Atas perbuatannya, mereka dijerat Pasal 476 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang tindak pidana pencurian.
Barang bukti yang berhasil disita pun telah dikembalikan kepada korban. Hoesein Ali Edgar menyampaikan apresiasinya atas respons cepat kepolisian dalam menangani laporan yang ia sampaikan. Agus menambahkan bahwa pihaknya masih melakukan pengembangan untuk mendeteksi kemungkinan adanya aksi serupa yang dilakukan para pelaku di lokasi lain. “Kami masih melakukan pengembangan terkait kemungkinan adanya aksi serupa yang dilakukan para pelaku di lokasi lain,” ujarnya.
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Meski Rupiah Tembus Rp17.877 per Dolar
Pemkab Sidoarjo Pertahankan Opini WTP dari BPK untuk ke-13 Kali Berturut-turut
Beko Proyek Drainase Diduga Tersenggol Pipa Gas, Warga Perumnas I Bekasi Panik
Harga Tiket Kereta Jakarta-Yogyakarta Mulai Rp74 Ribu, Tiket Ekonomi Paling Cepat Ludes