Semburan gas dari saluran pipa bawah tanah sempat menghebohkan kawasan lampu merah Perumnas I, Kota Bekasi, pada Jumat sore. Insiden itu memaksa petugas menutup sementara pintu keluar-masuk kompleks perumahan yang berada tepat di dekat lokasi kejadian demi mengantisipasi risiko yang lebih besar.
Rohman, seorang warga yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut, menuturkan bahwa semburan pertama kali terdeteksi sekitar pukul 14.20 WIB. Saat itu, ia tengah berada di sebuah bengkel yang hanya berjarak sekitar sepuluh meter dari titik kejadian. Kepanikan sempat melanda warga dan para pedagang di sekitar lokasi akibat bau gas yang menyengat hingga ke dalam bangunan.
“Kebetulan bengkel cuma sepuluh meter dari lokasi. Untuk warga pertokoan atau yang dagang panik juga, soalnya bau gas lumayan menyengat, sampai ke dalam baunya,” kata Rohman saat dihubungi, Jumat (29/5/2026).
Menurut Rohman, di lokasi tersebut memang tengah berlangsung proyek galian drainase. Sebuah alat berat berupa beko diduga secara tidak sengaja mengenai saluran pipa gas saat sedang merobohkan aspal jalan. “Itu kan ada galian drainase bikin gorong-gorong lagi baru. Pakai beko buat ngancurin jalan, mungkin kena pipa gas, soalnya bau gas sampai nyengat,” ujarnya.
Semburan gas tersebut berangsur-angsur hilang sekitar pukul 16.30 WIB. Meski demikian, hingga beberapa jam setelahnya, akses keluar-masuk perumahan di dekat lokasi masih ditutup. Kemacetan pun tak terhindarkan karena arus lalu lintas dari dalam kompleks terhambat total. “Setengah lima sudah tidak ada. Jalan sudah ketutup, macet dari dalam mau keluar tidak bisa semua. Sekarang masih ditutup, soalnya bau gasnya nyengat,” tambah Rohman.
Sementara itu, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) memastikan bahwa kondisi di sekitar lokasi kejadian telah aman dan terkendali. Head PGN Bekasi, Listya, menyatakan bahwa semburan gas sudah tidak lagi terjadi sejak sore hari sebelumnya. “Sejak kemarin sore kondisi sudah teratasi, semburan sudah tidak ada lagi,” kata Listya saat dikonfirmasi, Sabtu (30/5/2026).
Listya menduga insiden ini berkaitan dengan aktivitas pekerjaan pihak ketiga di sekitar jaringan gas bumi. Setelah menerima laporan, tim operasional PGN segera bergerak mengamankan area sekitar dan menjalankan prosedur penanganan sesuai standar keselamatan yang berlaku. “Hal tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas pekerjaan pihak ketiga di sekitar jaringan gas bumi. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim operasional PGN sudah segera mengamankan area sekitar, serta melaksanakan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur keselamatan dan operasional yang berlaku. Sejak kemarin sore, kondisi sudah aman dan terkendali,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Kebakaran di RSUD Syekh Yusuf Gowa Tak Timbulkan Korban Jiwa, Dua Gedung Rusak
Prabowo Tiba di Jakarta Usai Kunjungan Kerja ke Prancis, Bahas Lima Isu Strategis dengan Macron
BRI Perluas Layanan Penukaran Valas di Bandara, Pelabuhan, dan PLBN untuk Dukung Transaksi Internasional
Iran Bantah Klaim Trump soal Kesepakatan dengan AS, Negosiasi Nuklir Masih Berlangsung