Namun begitu, semua berubah dalam sekejap oleh kobaran api.
Sekarang, di tengah kesedihan yang masih menyelimuti, harapan Margaretha sederhana: proses identifikasi korban bisa cepat selesai. Ia ingin segera memakamkan kakaknya dengan layak. Prosedur forensik sudah dijalaninya.
"Untuk identifikasi saya sudah diambil sampel darah dan air liur," katanya.
"Kalau sudah selesai kami mau dimakamkan di pekuburan di Taman Arimatea," tambah Margaretha, menutup percakapan dengan suara lirih.
Artikel Terkait
Ahli IPB: Limbah Cair Sawit Bisa Kurangi Ketergantungan Impor Pupuk
Prabowo Mundur dari Ketua Umum IPSI, Fokus pada Tugas Kebangsaan
Prabowo Dorong Pencak Silat Menuju Olimpiade, Tekankan Pentingnya Jaga Kemurnian
Bupati Tulungagung Ditahan KPK, Modus Pemerasan Kembali Mencuat