Namun begitu, semua berubah dalam sekejap oleh kobaran api.
Sekarang, di tengah kesedihan yang masih menyelimuti, harapan Margaretha sederhana: proses identifikasi korban bisa cepat selesai. Ia ingin segera memakamkan kakaknya dengan layak. Prosedur forensik sudah dijalaninya.
"Untuk identifikasi saya sudah diambil sampel darah dan air liur," katanya.
"Kalau sudah selesai kami mau dimakamkan di pekuburan di Taman Arimatea," tambah Margaretha, menutup percakapan dengan suara lirih.
Artikel Terkait
Pimpinan Ponpes di Lombok Tengah Jadi Tersangka Kasus Kekerasan Seksual
Debt Collector di Metro Diamankan, Diduga Gelapkan Mobil Debitur Rp285 Juta
Mentan Ancam Alihkan Anggaran Daerah yang Tak Serius Cetak Sawah
Komnas HAM Tegaskan Kritik Kebijakan Pemerintah Adalah Hak yang Harus Dijamin