“Intinya bencana ini menyatukan kita secara kemanusiaan, menggelorakan gotong royong kita untuk membantu mereka. Termasuk diperlukan kesigapan dari pemerintah untuk secepatnya turun tangan, melakukan rehabilitasi terhadap fasilitas-fasilitas sosial, dan juga perumahan-perumahan rakyat,”
ujar Hasto.
“Membangun suatu harapan baru dan partai menyatukan diri dalam upaya pemulihan bencana dengan seluruh dampak-dampaknya tersebut,”
tambahnya.
Ia pun kembali menegaskan poin pentingnya. Penanganan bencana, baik di Aceh maupun daerah lain, harus bersih dari kepentingan politik. Yang utama adalah nilai kemanusiaan.
“Jadi sekali lagi jangan masukan aspek-aspek kekuasaan politik, harus berbicara soal kemanusiaan, gotong royong, untuk membantu mereka. Luka di aceh, di Sumatera Utara, Sumatera Barat akibat bencana adalah luka seluruh anak bangsa,”
tandas Hasto menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Prajurit TNI Gugur dalam Serangan Artileri di Lebanon Selatan
Analis Prediksi Harga BBM Nonsubsidi Berpotensi Naik Rp2.000 per Liter Awal April
Pemerintah Genjot Biofuel dan Bioetanol untuk Kemandirian Energi
Timnas Indonesia Hadapi Ujian Berat Lawan Bulgaria di Final FIFA Series