Tito Karnavian Rinci Skema Bantuan Hunian hingga Logistik untuk Korban Bencana

- Senin, 29 Desember 2025 | 11:36 WIB
Tito Karnavian Rinci Skema Bantuan Hunian hingga Logistik untuk Korban Bencana

Di Posko Bencana Nasional, Lanud Halim Perdanakusuma, suasana siang itu tampak sibuk. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian berdiri di hadapan awak media, Senin (29/12), untuk membeberkan langkah-langkah pemerintah menangani korban bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Rencananya cukup komprehensif, mencakup dari tempat tinggal hingga kebutuhan sehari-hari.

Untuk rumah warga yang mengalami kerusakan ringan dan sedang, skemanya langsung. "Konsep utamanya, untuk yang rusak ringan dan sedang diberikan biaya dukungan. Rp 15 juta untuk yang ringan, dan Rp 30 juta untuk yang sedang," jelas Tito.

Namun begitu, persoalan jadi lebih kompleks bagi mereka yang rumahnya hancur diterjang banjir dan tanah longsor. Pemerintah punya skema khusus yang memberi pilihan.

"Untuk yang rusak berat itu nanti akan disiapkan huntara, hunian sementara. Ada yang mungkin huntara disiapkan, atau ingin dapat biaya bantuan ingin di rumah keluarganya," urainya lebih lanjut.

"Setelah itu disiapkan hunian sambil dibangunkan hunian tetap," sambung Mendagri.

Lalu, dari mana dana untuk membangun hunian sementara ini? Tito merincinya. Sumber dananya tak cuma satu, melainkan tiga jalur. "Yang pertama dari Danantara sebanyak 15 ribu unit," ungkapnya.

"Kemudian dari APBN, yang jumlahnya lebih besar, dikerjakan Kementerian PUPR."

Di sisi lain, ada juga skema gotong royong yang menarik. "Ada satu pihak yang ingin bantu, 2.600 unit. Mereka sudah groundbreaking minggu lalu," tambah Tito, menyebutkan partisipasi dari pihak ketiga itu.

Tak Hanya Tempat Tinggal

Selain fokus pada hunian, bantuan lain juga disiapkan. Soal logistik, misalnya. "Untuk yang rusak ringan dan sedang, setelah dibersihkan akan diberikan biaya tadi dari BNPB," kata Tito.

Bantuan lainnya berupa perabotan rumah tangga dari Kemensos senilai Rp 3 juta. Ada pula bantuan ekonomi sebesar Rp 5 juta, serta tunjangan untuk lauk pauk sebesar Rp 15 ribu per hari yang akan diberikan selama tiga bulan ke depan.

Rangkaian bantuan ini, menurut penjelasan di lokasi, diharapkan bisa meringankan beban dan mempercepat proses pemulihan warga.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar